Ponorogo

Zona Kuning Bisa Merah, Ipong Ingatkan Warga Patuh Protokol Kesehatan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Status zona kuning Ponorogo bisa berubah oranye. Bahkan jadi merah jika penyebaran Covid-19 sulit terkendali. Untuk itu, protokol pencegahan harus dipatuhi dalam beraktivitas di luar rumah. Terutama, pada masa uji coba normal baru. ‘’Jangan lengah. Semua sangat tergantung perilaku kita dalam menghadapi pandemi ini,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Kamis (18/6).

Ipong menjelaskan, status zona kuning adalah daerah berisiko rendah penyebaran virus korona. Relatif terkendali, tapi masih ada kemungkinan transmisi. Ipong mencontohkan kasus klaster Asrama Haji Sukolilo.

Dari empat peserta positif, satgas penanggulangan Covid-19 langsung tracing (pelacakan) dan pengetesan. ‘’Penyebaran pun bisa dikendalikan empat kasus baru di klaster ini. Semua tambahan merupakan kontak erat yang transmisinya hanya di tingkat rumah tangga,’’ urainya.

Dari klaster Temboro, total 13 kasus. Sepuluh di antaranya santri ponpes di Magetan itu. Sehingga, dapat digolongkan imported case. Sementara, tiga kasus lain merupakan kontak erat dari kasus sebelumnya. ‘’Kunci pengendalian ada pada more tracing, more testing, well isolated. Atau, segera pelacakan, tes kontak eratnya, lalu isolasi ketat dan disiplin,’’ beber bupati.

Ipong mengingatkan perang melawan korona belum berakhir. Status zona kuning bisa berubah jadi oranye atau merah jika masyarakat tidak disiplin. Apalagi, saat ini mobilitas masyarakat berangsur normal. Disiplin mematuhi protokol Covid-19 harus jadi kebiasaan.

Bupati juga minta seluruh kepala desa, lurah dan perangkat, serta berbagai lapisan masyarakat melakukan pengawasan ketat. ‘’Butuh partisipasi aktif dari masyarakat agar Ponorogo bisa segera menjadi zona hijau,’’ tuturnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close