Ponorogo

Zona Kuning Belum Tentu Aman

Masih Berisiko Transmisi Lokal Penularan Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pusat menetapkan Ponorogo sebagai zona kuning Covid-19. Namun, bukan berarti status tersebut melonggarkan protokol pencegahan virus korona. Sebaliknya, masyarakat harus semakin peduli dan patuh. ‘’Zona kuning itu risiko rendah. Penyebaran Covid-19 terkendali tapi masih ada risiko transmisi,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Kamis (11/6).

Menurut dia, daerah berstatus zona kuning tetap menyimpan risiko. Transmisi lokal penularan antarorang di satu wilayah atau bahkan rumah tangga bisa terjadi secara cepat. ‘’Begitu pula risiko transmisi dari imported case (tertular dari luar), sebagaimana terjadi di Ponorogo saat ini,’’ bebernya.

Masyarakat diminta waspada dengan meningkatkan kesadaran mematuhi protokol Covid-19. Saat beraktivitas di luar rumah, wajib mengenakan masker dan jaga jarak. Serta, sesering mungkin cuci tangan.

Ipong juga menegaskan pentingnya peranan satgas di tingkat desa hingga lingkungan rukun tetangga atau rukun warga (RT/RW). ‘’Monitoring terhadap keluar masuknya orang di wilayah dan isolasi tetap harus dilakukan,’’ tegas bupati.

Terhitung kemarin, total 32 kasus positif Covid-19 di Ponorogo. Tercatat 20 pasien sembuh dan 12 pasien masih dirawat di rumah sakit, satu pasien isolasi mandiri, serta satu pasien meninggal dunia. Tambahan satu kasus baru merupakan pasien laki-laki berusia 30 tahun, warga Surodikraman, Ponorogo. Datang ke Ponorogo tiga pekan lalu dari Surabaya, dan sudah sejak dua pekan dirawat di salah satu rumah sakit swasta. ‘’Disiplin atas protokol Covid-19 adalah kunci menuju Ponorogo zona hijau,’’ ujar Ipong. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close