Ponorogo

Zaky Arista Kencana Tanam Buah-buahan Ukuran Jumbo

Pemangkasan Dahan dan Dedaunan Harus Diperhatikan

Ukuran buah mangga hasil tanam Zaky Arista Kencana ini tidak wajar. Bobotnya mencapai dua kilogram. Rasanya manis dengan ukuran biji tipis.

=================== 

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo 

HALAMAN rumah di Jalan Rumpuk, Kertosari, Ponorogo, itu terlihat rindang. Berbagai jenis pepohonan tumbuh di lahan seluas sekitar 3 ribu meter persegi. Zaky Arista Kencana, sang pemilik rumah, memetik beberapa buah mangga dari kebun buahnya. ‘’Namanya Kio Jay, campuran mangga lokal dengan Thailand,’’ katanya.

Mangga yang dipetik petani buah itu bobotnya mencapai dua kilogram. Rasa dagingnya manis dengan biji tipis. Saking jumbonya, satu buah bisa dipotong untuk empat porsi. ‘’Bisa dimakan ramai-ramai,’’ ujar pria 29 tahun tersebut.

Zaky mulai menanam mangga varietas Kio Jay pada 2009. Bermula dari obrolan seorang pembibit tentang varietas mangga jumbo Thailand. Tertarik, dia lantas membeli bibit itu dari Magelang, Jawa Tengah. Jumlahnya mencapai 100 bibit. Sebagian dijual, lainnya ditanam di kebun. Panen pertama harus menunggu tiga tahun lamanya. ‘’Tinggi pohon mangga saat itu sekitar 2,5 meter sampai 3 meter,’’ sebutnya.

Satu pohon Kio Jay bisa menghasilkan 30 buah. Dari puluhan itu, sebagian dibagi ke tetangga dan disajikan untuk tamu. Setahun berselang, mangga dikomersialkan. Pemesannya dari Madiun, Bojonegoro, hingga Jombang. Harganya Rp 25 ribu per buah. Harga mahal itu diklaim sebanding dengan kualitasnya. ‘’Sekali berbuah satu pohon menghasilkan 3–4 kuintal,’’ tuturnya seraya menyebut ada empat pohon mangga Kio Jay yang ditanam.

Selain mangga Kio Jay, Zaky juga menanam beberapa jenis buah lainnya. Yakni, kelengkeng, srikaya, jambu air, durian, alpukat, dan rambutan. Semuanya varietas yang menghasilkan buah berukuran jumbo. Usaha bertani buah-buahan dilakoninya sejak lulus kuliah 13 tahun silam. ‘’Kuliah jurusan agrobisnis,’’ katanya.

Bagi Zaky, merawat pohon varietas jumbo terbilang mudah. Kuncinya ada pada perawatan, pembibitan, pemupukan, hingga memperhatikan pemangkasan dahan dan dedaunan. Bila salah satu tidak dilakukan maksimal, maka hasil panennya juga kurang bagus. Meski tidak ada yang berubah dengan rasa. ‘’Rasa tetap sama, tapi ukurannya susut sedikit,’’ ujarnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button