Ponorogo

Zak, Korban Selamat dari Bunuh Diri Keluarga Dijenguk Bapaknya

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Zak, 10, korban selamat dari bunuh diri keluarga di Bakalan, Purwantoro, Wonogiri, masih dirawat intensif di RSUD dr Harjono Jumat (13/12). Bocah kelas V SD itu masih belum sadar usai pada Kamis lalu (12/12) diajak menenggak racun serangga Winarsih, 38, ibunya. ‘’Efek dari racun serangga, tiap orang beda penerimaannya,’’ kata Humas RSUD dr Harjono Suprapto kemarin.

Kamis lalu, Zak dilarikan ke RSU Muhammadiyah (RSUM) bersama Winarsih dan Kir, 8. Malangnya, Winarsih dan Kir tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara Zak tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RSUM dalam kondisi lemah. Dari mulutnya juga mengeluarkan busa seperti kondisi ibu dan adiknya. Setelah kondisinya berangsur membaik, Zak dilarikan ke RSUD untuk dirujuk dan dirawat di ruang high intensive care unit (HICU). ‘’Kondisi masih belum sadar,’’ ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim dokter HICU, kondisi Zak masih relatif parah. Kegawatannya, tegas Suprapto, masih belum teratasi secara maksimal. ‘’Saat ini menggerakkan badan dan kepala, dalam arti maunya berdiri atau duduk. Tapi badannya berontak-berontak,’’ beber Suprapto.

Menurut Suprapto, efek dari racun yang dikonsumsi Zak cukup parah. Kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda dalam menerima racun seperti Zak. ‘’Mungkin beda dosisnya yang diminum,’’ tutur Suprapto memastikan tim dokter telah bertindak sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Sampai saat ini masih perlu bantuan napas buatan dari mesin,’’ imbuhnya.

Sekitar pukul 09.30 kemarin, Sukron Candhani, suami Winarsih sekaligus bapak Zak, menyambangi RSUD. Pria asal Ngawi yang lama tinggal di Jogjakarta itu menjenguk anaknya yang terkulai lemas. Ditemui Radar Ponorogo usai melihat kondisi anaknya, mata pria Sukron memerah. Dia mengaku terakhir berkomunikasi dengan istrinya pada Rabu (11/12). ‘’Saya tanya uangnya diterima belum? Untuk bayar sekolah anak-anak. Karena ada kebutuhan sekolah yang lain, saya menjanjikan dua hari lagi sekalian pulang,’’ ujarnya.

Belum sempat Sukron pulang membawa uang untuk kebutuhan anak-anaknya bersekolah, Winarsih mengajak dua anaknya bunuh diri. Sukron hanya terdiam, menunduk, dan menangis kala ditanya seputar kejadian itu. Dia hanya mengatakan bahwa kondisi Zak sudah lebih baik dari sebelumnya. ‘’Kadang sadar minta melepas alat-alatnya. Tapi oleh dokter belum diizinkan karena takut menginfeksi paru-paru. Sementara tetap di HICU,’’ tuturnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close