MadiunSport

Yusuf Ekodono, Legenda Persebaya-Timnas Singgah di Kota Madiun

Ajak Pemkot Galakkan Kompetisi sejak Usia Dini

Nama Yusuf Ekodono memiliki tempat tersendiri di kalangan pendukung Persebaya maupun timnas. Pria 52 tahun itu ikut berkontribusi dalam raihan medali emas Indonesia cabor sepak bola SEA Games Manila 1991. Apa aktivitasnya setelah gantung sepatu?

====================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

PESEPAK bola cilik dari Blitar Putra dan Garuda Jaya Surabaya yang akan berhadapan di ajang final Galena Cup U-10 2019 berjajar rapi di Lapangan Kodim 0803 Madiun. Di antara kedua kesebelasan itu berdiri tiga wasit. Seluruhnya menghadap ke timur. Sementara, sekeliling lapangan dipenuhi penonton yang tak sabar melihat aksi kedua tim.

Tidak lama berselang, Yusuf Ekodono berjalan menuju pemain kedua kesebelasan sembari membawa bola. Legenda Persebaya itu mengenakan kaus berkerah dengan setelan celana jins. Yusuf lantas menunjukkan kepiawaiannya juggling.

Sepatu kets warna biru yang dikenakannya seolah melekat dengan bola. Membuktikan kemampuan mengolah si kulit bundar tidak luntur meski usianya sudah kepala lima. ‘’Sengaja datang ke sini menyaksikan langsung calon pemain sepak bola andal masa depan,’’ kata Yusuf.

Prestasi Yusuf di pentas sepak bola Indonesia terbilang moncer. Pria yang mengawali karirnya di Persebaya Junior 1985 itu berperan penting dalam sukses timnas Indonesia menyabet medali emas SEA Games Manila 1991 silam. Kala itu tim garuda menumbangkan Thailand lewat drama adu penalti.

Ketika itu Yusuf diposisikan sebagai gelandang oleh pelatih berdarah dingin asal Rusia, Anatoli Polosin. Padahal dia biasa bermain sebagai striker. Meski begitu, dia mampu menunjukkan kepiawaiannya sebagai playmaker.

Setelah gantung sepatu, Yusuf tidak bisa jauh-jauh dari sepak bola. Belakangan dia concern pada pembinaan pemain usia dini. Pun, sebelum laga final Galena Cup U-10 di Lapangan Kodim 0803 Madiun Minggu (15/12) dia sempat memberikan coaching clinic. ‘’Pembinaan pemain harus dilakukan sejak dini,’’ ungkap pemain yang membela Persebaya periode 1986-1994 dan 1996-1997 itu.

Pemain kedua kesebelasan tampak mengamati serius gerak-gerik tubuh Yusuf saat memperagakan teknik bermain bola yang benar. Pun, dia tidak tampak canggung mengarahkan pemain yang kurang sempurna melakukan trik yang dia peragakan.

Di mata Yusuf, para pemain U-10 dari 32 klub di Jatim yang berlaga dalam Galena Cup telah menunjukkan kemampuan bermain sepak bola yang bagus. Pun, menguasai dasar-dasar sepak bola seperti dribbling, passing, dan ball positions. Kemampuan mereka saat menyerang juga sudah tertata. ‘’Karakter bermain bola sudah ada,’’ tuturnya.

Dia berharap pemkot mendukung pembinaan sepak bola sejak usia dini. Caranya dengan menyelenggarakan kompetisi. Tidak hanya U-10, melainkan juga U-12, U-14, bahkan senior. Apalagi kota setempat memiliki banyak lapangan. ‘’Tinggal bagi saja, lapangan ini untuk U-12 misalnya, yang di sana untuk U-14. Memang tugas berat bagi Askot PSSI, tapi langkah itu tidak mustahil jika ada dukungan penuh dari pemkot. Itu saran saya,’’ ucapnya.  *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button