Pacitan

Yoga Pangestu, Komika Pacitan yang Namanya Mulai Diperhitungkan

Awalnya Berkiblat ke Dodit, Kini Temukan Ciri Khas Sendiri

Tidak banyak komika di Pacitan. Dari yang sedikit itu terselip nama Yoga Pengestu. Meski hanya belajar secara otodidak, kemampuan stand-up comedy warga  Desa Bungur, Tulakan, itu tidak bisa dianggap remeh.

=========================

SRI MULYANI, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

APLAUS meriah mengiringi langkah Yoga Pangestu dari balik panggung stand-up comedy salah satu stasiun televisi swasta. Dandanannya rapi. Cardigan warna biru muda yang membalut tubuhnya membuat tampilannya terlihat kekinian.

Setelah menyapa penonton, remaja 16 tahun itu mulai cuap-cuap diselingi guyonan yang mampu mengocok perut. ‘’Selamat malam teman-teman sebaya yang dulu pernah berjuang bersamanya dalam lentera-lentera jiwa, kini rasa itu telah hampa karena dia nyaman bersama orang ketiga,’’ ucap Yoga.

Aksi stand-up comedy itu merupakan konten terbaru Yoga di channel YouTube-nya. Sejak diunggah pada 7 Desember lalu, video tersebut lebih dari 700 kali dan mendapat puluhan like. ‘’Belajar stand-up sejak kelas VII SMP,’’ kata komika asal Desa Bungur, Tulakan, Pacitan, itu.

Yoga menekuni Yoga terinspirasi Bayu Skak. Namun, dalam perkembangannya, teman-temanya menyarankan dia berkiblat pada Dodit Mulyanto. Meski begitu, seiring berjalannya waktu putra pasangan Sukemi dan Supatmi itu berhasil menemukan ciri khasnya sendiri. ‘’Faktor keturunan. Bapak orangnya humoris,’’ ujar Yoga soal bakat melawaknya.

Bakat stand-up comedy semakin terasah sejak duduk di bangku SMA. Pun, dia sempat menjajal lomba di Jogjakarta dan Surabaya, namun mentok di babak ketiga audisi. ‘’Kalau yang di TV masuk sembilan besar,’’ imbuhnya. Hasil itu pula yang mengantarnya dikontrak stasiun televisi tersebut selama setahun.

Selama ini Yoga mengasah kemampuannya ber-stand up secara otodidak. Selain memelototi tayangan YouTube, dia kerap sharing dengan seorang teman yang kebetulan juga piawai melucu.

‘’Modal jadi komika bagus itu ada tiga. Humoris, penulisan materi rapi, dan terakhir memiliki ciri khas. Kalau saya di poin kedua yang masih kurang,’’ akunya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close