Madiun

Yatini, Menjadi ’’Ibu’’ Bagi Para Penghuni Liposos

Sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Yatini merawat penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Lokasinya di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos). Letaknya di  Rt 27 Rw 01 Desa Sambirejo Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Dia tidak tega melihat keadaan para PMKS yang butuh pembinaan dan pekerjaan tapi justru banyak ditinggalkan dan dikucilkan.

—————–

FATIHAH IBNU FIQRI, Jiwan

RUMAHNYA yang terletak di Rt 27 Rw 01 Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun terbilang sederhaana. Tepatnya di samping tanggul sungai Bengawan Madiun. Meski bukan termasuk liposos, kawasan itu memang berada dekat dengan liposos. Pun, suaminya yang dulu memang sempat menjadi petugas liposos membuatnya sudah terbiasa dengan wilayah itu berikut orang-orangnya.

Kawasan itu terbilang kumuh. Bau comberan di mana-mana. Belum lagi bangunan liposos yang digunakan hanya bertembok anyaman bambu. Berbeda dengan rumah warga yang bertembok batu bata. Meski kawasan tersebut terbilang tidak bersih, warganya guyub. Bahkan mereka cenderung kompak. Mereka salng membantu. Baik yang termasuk PMKS maupun yang warga asli.

Namun, di sana ada sosok yang menjadi ‘’ibu’’ bagi seluruh warga yang ada di sana. Yatini, 47, warga asli Desa Sambirejo yang sudah lama tinggal di lingkungan liposos. Suaminya dulu adalah pegawai liposos. Sementara dia membantu suaminya dengan enyipkan ransum bagi para PMKS yang tertampung dan mendapatkan pelatihan di sana. Namun, sudah hampir 20 tahun, fungsi utama sudah bergeser. ‘’Akhirnya ditempati oleh mereka,’’ ungkap ibu dua anak itu.

PMKS yang ada di sana tak hanya gelandangan dan pengemis. Dulu bahkan ada mantan perampok, copet dan jambret. Meski begitu, dia tak lantas buang muka dan menjadi tak acuh. Dia bahkan mengundang mereka untk makan bersama. Pada zaman dulu, mengajak makan perampok sangat ngeri. Salah-salah bisa jadi korban. Namun, Yatini selalu berpikir positif. ‘’Kalau kita memberikan kebaikan, saya yakin kalau bakal dibales baik juga, kalau memang tidak, berarti memang takdirnya begitu,’’ ujarnya.

Bahkan sempat sekali saat dia pergi ke Surabaya sendirian. Dia sempat dicegat oleh beberapa orang pemuda . Sudah jelas kalau dia bakal dirampok. Namun, saat itu slah seorang diantaranya justru ingat Yatini. Kalau Yatinilah yang memberinya makanan ketika dia ada di Sambirejo. Bahkan, pemuda itupun akhrinya mengurungkan niatnya untuk merampoknya. ‘’Saya nggak ingat awalnya, tapi akhirnya saya perhatikan ,memang sepertinya pernah bertemu. Ternyata memang yang pernah saya ajak makan dulu, saya bersyukur,’’ katanya.

Pengalaman seperti itulah yang membuatnya juga mantap merawat ODHA yang ada di liposos. Bahkan dia memang berani mengajak mereka makan bersama dan berbagi gelas minuman. Dia tidak takut, karena dia tahu betul penularan HIV/AIDS itu sangat sulit. Selain itu, dia bahkan juga tak takut dengan penyakit penyerta penderita HIV yang bisa saja menular dengan mudah. ’’Saya pokoknya pasrah, kalau saya tertular ya itu tadi, takdir. Saya hanya bisa pasrah, yang penting niat saya baik,’’ katanya.

Dia pun memang kerap mendapat sosialisasi dari KPAD Kabupaten Madiun. Bahkan, dia dimintai tolong untuk mengajak warga sekitar melakukan VCT. Kawasan Jiwan yang tergolong memiliki jumlah pengidap HIV/AIDS cukup banyak. Dia sendiri memang rutin mendapatkan cek VCT dari KPAD dan Dinas Kesehatan. Yatini melakukannya agar dia tahu seperti apa tes VCT sehingga dia bisa menerangkannya ke orang – orang dan mengajak mereka. ‘’Kalau saya belum mencoba ya nanti sama juga bohong,’’ selorohnya.

Yatini memang berharap, kalau para ODHA tak lantas tinggal di liposos. Dia tahu kalau kawasan itu memang tak layak ditempati orang yang menderita penyakit. Meski keluarga para ODHA memang ada yang menitipkan anggota keluarganya yang sakit di daerah itu, dia sedikit menyayangkan. Pasalnya, ODHA memang seharusnya mendapatkan perhatian dari keluarganya. ‘’Harapannya jangan sampai ada ODHA yang diarahkan ke sini. Kasihan,’’ pungkasnya. *****(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button