Magetan

Wow, Parkir di Sarangan Bayar Rp 10 Ribu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) muncul dari Telaga Sarangan di tengah situasi level 2 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang masih berlangsung. Pengunjung rumah makan dan hotel diam-diam ditarik pungutan Rp 10 ribu ketika parkir di tempat yang seharusnya gratis. ‘’Di loket tidak bayar, tapi parkirnya bayar Rp 10 ribu,’’ kata Nur Hafid, wisatawan asal Ponorogo, Selasa (12/10).

Pria 27 tahun itu berkunjung ke Sarangan bersama istrinya yang sedang hamil. Dia tahu jika Sarangan masih tutup untuk aktivitas wisata, namun hotel dan rumah makan boleh beroperasi.

Hafid kaget lantaran tidak diminta membayar karcis ketika melewati loket. Namun, dia ditarik Rp 10 ribu ketika memarkir kendaraan di dekat rumah makan yang dia sambangi. Oknum petugas yang menarik duit parkir bahkan mengenakan seragam bertuliskan disparbud. ‘’Hitung-hitung amal,’’ ujarnya.

Dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum petugas itu sampai ke telinga para pejabat dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud). Kabid Pengelolaan Pariwisata Disparbud Magetan Eka Raditya menegaskan bahwa parkir di kawasan Sarangan gratis. ‘’Kecuali di lahan milik pribadi seperti hotel atau rumah makan,’’ bebernya.

Ketentuan parkir itu diatur di Perda 1/2020 tentang Retribusi Jasa Usaha. Eka juga membantah ada oknum petugas disparbud yang menarik duit parkir di Sarangan. ‘’Kami akan turun ke lapangan untuk memastikan. Kalau terbukti memang petugas kami, akan kami beri sanksi. Bahkan bisa diberhentikan,’’ tegas Eka. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button