Opini

Work from Home

SUDAH sepekan terakhir ini saya menjalani isolasi mandiri di rumah. Saya memang sudah dinyatakan pulih dari Covid-19. Tim dokter juga telah mempersilakan untuk keluar dari rumah sakit. Tetapi, dokter menyarankan untuk melanjutkan isolasi di rumah. Saya beserta istri memilih isolasi di rumah dinas wali kota. Saya beserta istri sejatinya sehat. Kondisi kami baik. Tetapi tentu tidak boleh sembarangan. Dokter sudah menyarankan. Saya mengikuti anjuran.

Isolasi mandiri memang terasa membosankan jika tidak lihai memanfaatkannya. Bagaimana tidak, ruang aktivitas kita dibatasi. Padahal kita dalam kondisi sehat. Pemandangan yang kita lihat hanya sudut tempat isolasi. Karenanya, saya mencoba untuk tetap aktif beraktivitas. Ada banyak kegiatan yang saya dan istri lakukan. Tiap pagi, kegiatan kami awali dengan olahraga ringan usai salat Subuh. Udaranya masih segar. Kita atur napas perlahan. Saat matahari mulai beranjak, saya tambah gerakannya. Berjemur matahari pagi memang baik untuk kesehatan. Itu memang disarankan. Olahraga ringan ini biasanya kami lakukan selama 30 menit.

Setelahnya bukan lantas istirahat. Saya bersama istri melakukan kegiatan masing-masing yang disukai. Kalau saya memang suka beternak dan berkebun. Juga suka otomotif. Karenanya, kegiatan saya juga tak jauh dari situ. Saya memang membawa serta sejumlah hewan piaraan ke rumah dinas. Sebagian memang sudah ada sejak sebelum pandemi. Mulai dari ayam ketawa, burung tekukur, hingga koi. Setiap pagi saya mengurus mereka. Usai berolahraga itu. Tentu ada yang membantu. Tetapi sebagian besar saya yang mengurusnya. Mulai membersihkan kandangnya, memandikan, hingga memberi makan.

Setelahnya baru berganti mengurus taman. Menyiram dan memangkas daun serta ranting biasa saya lakukan. Hewan dan tanaman itu bagian dari ekosistem. Kalau mereka terawat, ekosistem juga terjaga. Terjadi keseimbangan di dalamnya. Makanya, sering orang bilang bahwa tempat yang paling nyaman dan tenang untuk bersantai adalah di bawah rindang pepohonan. Apalagi ditambah suara kicau burung, gemercik air, hingga suara angin. Itu bisa membuat relaks. Bisa menjadi obat stres. Saya juga begitu. Sengaja saya perbanyak pepohonan dan hewan di rumah dinas. Itu menjadi obat alami saya.

Jika waktunya masih, kegiatan saya lanjutkan mengurus mobil kesayangan. Membersihkan dan memanasi mesinnya. Agar tak rewel kalau sewaktu-waktu dibutuhkan. Mengapa kalau masih ada waktu? Karena banyak kegiatan setelahnya. Utamanya urusan pekerjaan. Saya memang sudah menerima tamu. Khususnya teman-teman OPD. Mereka biasanya melaporkan hasil kegiatan. Banyak sekali dalam sehari. Ada yang melapor dari panggilan telepon. Tetapi banyak juga yang menghadap langsung.

Saya memang tidak bisa jauh dari urusan pekerjaan. Apalagi, saat kondisi seperti sekarang ini. Covid-19 sedang mengganas. Tidak hanya di Kota Madiun, tapi hampir di semua daerah. Penambahan konfirmasi harian di kota kita rata-rata di angka 50 kasus. Bahkan, sempat di atas angka seratus. Ini yang tertinggi di kota kita sejak pandemi. Karenanya butuh segera langkah-langkah kebijakan. Memang saya belum terjun ke lapangan. Urusan di lapangan sementara di-handle ibu wakil wali kota. Namun, untuk urusan pengambilan kebijakan tetap wewenang saya. Paling tidak, saya mengetahuinya.

Seperti pemasangan portal pembatasan akses masuk. Itu sejatinya bukan kebijakan baru. Dulu pernah menerapkannya. Juga urusan bantuan. Sabtu kemarin memang sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemensos terkait itu. Pun, bantuan sudah dan akan disalurkan. Saya memastikan tidak ada warga Kota Madiun yang kelaparan. Saya yang menjamin. Masyarakat yang memerlukan bahan makanan, silakan melapor kepada RT setempat. Laporan akan diteruskan ke RW, kelurahan, hingga Satgas Covid-19 Kota Madiun. Posko logistik ada 24 jam. Tim akan mengirimkan bantuan bahan makanan tersebut.

Saya juga mengapresiasi kepedulian masyarakat. Saya tahu ada banyak masyarakat yang saling peduli. Khususnya kepada mereka yang sedang isolasi mandiri. Itu luar biasa. Ada banyak gerai yang memberikan makanan gratis bagi yang sedang isoman. Saya terharu melihatnya. Saya optimistis yang seperti itu tetap akan berjalan. Jika masih kurang, pemerintah dan saya secara pribadi selalu siap. Prinsipnya jangan sampai ada masyarakat yang kekurangan, apalagi kelaparan.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button