Magetan

Air Telaga Sarangan Surut, Jasa Wisata Perahu Lesu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Surutnya debit air Telaga Sarangan bedampak pada perputaran ekonomi penyedia jasa wisata perahu. Keuntungan mereka turun sampai sekitar 50 persen dibandingkan saat volume air telaga meningkat. ‘’Ada batasannya. Karena ruang antarperahu menjadi makin sempit. Sehingga, kalau banyak yang muter, jadi bahaya,’’ kata Suparlan, seorang penyedia jasa wisata perahu di Telaga Sarangan, Jumat (13/9).

Sebelum air telaga surut, pendapatan yang bisa dia dapat setiap pekannya mencapai Rp 1,5 juta. Tetapi, saat ini perolehannya turun separo. ‘’Kalau weekend masih cukup banyak lah, tapi kalau hari-hari biasa kadang hampir gak narik,’’ ungkapnya.

Keluhan tersebut ternyata didengar oleh Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Venly Tomi Nicholas. Dia mengaku sudah koordinasi dengan DPUPR untuk mengatur outflow air di Telaga Sarangan. ‘’Kalau airnya makin surut, kasihan mereka juga,’’ ucapnya.

Sementara, krisis air bersih di sebagian wilayah Magetan kian parah. Ada sepuluh desa di tiga kecamatan dengan jumlah sekitar 5 ribu jiwa yang terdampak kekeringan. Kondisi itu membuat kebutuhan akan air bersih makin meningkat. Di Karas, misalnya, distribusi air bersih sampai harus menggunakan mobil pikap yang sudah dilengkapi bak penampungan.

Cara itu ditempuh oleh BPBD karena keterbatasan armada. Sementara, wilayah yang perlu di-cover air bersih banyak. ‘’Di sisi lain, ada beberapa rumah warga di Desa Kuwon dan Karas tidak ikut pelayanan PDAM,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra.

Pihaknya memperkirakan kemarau bakal berlangsung sampai dengan Oktober. Sedangkan, musim hujan diprediksi bakal terjadi pada November. ‘’Akan kami sesuaikan dengan kebutuhannya sebisa mungkin,’’ ujarnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button