Ponorogo

Wisata Pulung Merdiko Nyekar Raden Jayengrono

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Raden Tumenggung Jayengrono dikebumikan di Desa Pulung Merdiko, Pulung. Dialah putra Raden Mas Sasangka atau Adipati Harya Metaun di Jipang, Bojonegoro. Ditilik garis silsilahnya, Jayengrono masih trah Pakubuwono.

Kepala Desa (Kades) Pulung Merdiko Suroso menuturkan, Raden Tumenggung Jayengrono membantu kerajaan setempat untuk memerangi kekuasaan pecinan. Setelah tugasnya berhasil, dia dianugerahi tanah Bedanten (Ponorogo timur) dan menjadi Adipati I (pertama) di sana. Setelah wafat 1780, dimakamkanlah di Desa Pulung Merdiko. ‘’Begitulah cerita singkatnya,’’ jabarnya.

Hingga kini, makam Jayengrono banyak didatangi peziarah dari berbagai daerah. Sebelum pandemi korona, tiap bulan-bulan tertentu selalu ramai peziarah. Seperti Rajab, Ruwah, puasa, Lebaran, dan Muharam. ‘’Makam ini menjadi destinasi wisata religi di desa kami,’’ ujar Kades, Minggu (29/8).

Pemdes menyediakan tempat parkir yang berjarak 100 meter dari makam. Dana desa (DD) Rp 280 juta digelontorkan untuk membangun delapan ruko di lahan parkir seluas satu hektare tersebut. Juga dilengkapi fasilitas musala dan toilet. ‘’Ruko sudah terisi semuanya, tapi karena pandemi belum buka,’’ jelas Suroso. (fac/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button