Madiun

Wisata Belum Resmi Dibuka, Monumen Kresek Sesak Pengunjung

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Monumen Kresek, Wungu, Kabupaten Madiun, diserbu pengunjung. Padahal, pemkab masih melarang objek wisata beroperasi karena pandemi Covid-19. ‘’Ramai pengunjung sekitar dua minggu ini,’’ kata Sarmi, salah seorang pedagang di Monumen Kresek, Selasa (14/7).

Pantauan Radar Caruban Minggu (12/7), gerbang utama masuk Monumen Kresek digembok. Tertempel pula banner pengumuman wisata ditutup. Para pengunjung masuk lewat pintu masuk sebelah barat. Meski diportal menggunakan bambu, pengunjung melewatinya dengan cara membungkuk.

Ketika mobil dan motor pengunjung datang, tukang parkir mengarahkan lokasi memarkir kendaraan. Beberapa bernopol luar daerah. Para pengunjung menyesaki area wisata. Ada yang duduk di taman dan berkeliling mengamati monumen. Tidak sedikit yang abai mengenakan masker.

Sementara, sejumlah pedagang sudah kembali menempati kiosnya. Juga ada penyedia wahana mainan anak. Mereka seolah mengabaikan papan pengumuman bertuliskan Instruksi Bupati Madiun Nomor 3/Instruksi/2020 tentang Antisipasi Meningkatkan Risiko Penyebaran Covid-19 di Bidang Usaha.

Sarmi mengaku kurang tahu apakah objek wisata sudah boleh dibuka. Keputusannya menggelar lapak karena banyak pengunjung yang datang. Meski tidak seramai sebelum ada pandemi. Momen yang bagus untuk mengais rupiah. ‘’Sebelum ramai kembali seperti saat ini, ada penjaganya,’’ ujar penjual pisang itu.

Nasrul Huda membawa tujuh anggota keluarganya ke Monumen Kresek. Warga Desa Karangrejo, Wungu, itu beralasan hanya ingin mencari makan. Namun, karena banyak pengunjung yang masuk ke area monumen, dia ikut-ikutan. ‘’Tidak tahu kalau masih ditutup. Tahunya setelah lihat pengumuman,’’ ujarnya.

Beda dengan Hasan Zaki, warga Desa/Kecamatan Dolopo, yang sengaja datang untuk berlibur. Sebetulnya, dia tahu jika destinasi wisata masih ditutup oleh pemkab. Namun belakangan dapat kabar bahwa monumen sudah dibuka untuk umum. ‘’Katanya tukang parkir boleh masuk, ya masuk. Tidak bayar tiket masuk,’’ ungkapnya.

Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Isbani menyebut objek wisata ditutup hingga 14 Juli. Itu sesuai SE bupati. ‘’Kalau tidak diperpanjang, 15 Juli sudah dibuka,’’ ujarnya.

Namun, Isbani enggan berkomentar kala dimintai konfirmasi perihal ramainya wisatawan di Monumen Kresek. Dia menyarankan bertanya langsung ke Kepala Disparpora Anang Sulistijono. Namun, ketika dihubungi kemarin, Anang tidak merespons. Informasinya, dia ikut agenda tahunan berziarah ke Jogjakarta dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Madiun. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close