Madiun

Welcome Back Nakes IGD RSUD Kota Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 27 tenaga kesehatan (nakes) IGD RSUD Kota Madiun yang sebelumnya menjalani isolasi di Wisma Haji telah kembali bekerja Kamis (13/8). Itu setelah hasil swab test untuk seluruh nakes dinyatakan negatif.

Seperti diketahui, mereka harus menjalani prosedur karantina dan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) pascasalah seorang dokter IGD di rumah sakit itu tertular Covid-19 dari pasien beberapa waktu lalu. Jawa Pos Radar Madiun merangkum berbagai aktivitas yang dilakukan para garda terdepan selama masa karantina.

Koordinator Perawat IGD RSUD Kota Madiun Pamuji Hidayat mengaku lega setelah mengetahui hasil swab test-nya negatif. Selama delapan hari, dia bersama 26 nakes lain harus menahan rindu melaksanakan tugas mulia memberikan akses kesehatan kepada masyarakat. ‘’Harap-harap cemas begitu. Isi waktu melakukan apa saja. Pokoknya jangan sampai merasa suwung,’’ kata Pamuji.

Tiap pagi mulai pukul 05.30 hingga 06.30, dia bersama nakes melakukan olahraga. Menolak malas dan rebahan di kamar karantina. Olahraga juga dilakukan saban sore. Aktivitas itu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. ‘’Pagi setelah berolahraga, sarapan dan bersih diri. Penting mengonsumsi susu dan telur,’’ ujarnya.

Di tengah kegabutan selama diisolasi, Pamuji dan seluruh nakes harus kreatif melakukan aktivitas. Mulai membuat video lucu-lucuan, hingga ngevlog untuk menghibur diri. Kegiatan itu mereka lakukan agar tetap merasa gembira di tengah kejenuhan melanda. Sebab, tingkat stres dan daya tahan tubuh berkorelasi. ‘’Bagaimana jangan sampai daya tahan tubuh menurun,’’ ungkapnya.

Penanggung jawab dokter umum IGD RSUD Kota Madiun dr Taufik Bagus juga harus mengurung diri selama satu pekan lebih. Prosedur karantina itu dilakukan untuk mengantisipasi kontak dengan orang baru. Sebab, jika hasil swab test menunjukkan positif, hal itu justru menyebarkan virus kepada banyak orang. ‘’Selama karantina terus mencoba bahagia,’’ kata Taufik.

Taufik mengungkapkan, kejadian itu menjadi pembelajaran tersendiri bagi seluruh nakes dan dokter. Terutama untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai prosedur yang tepat. Mulai dari langkah penggunaan hingga cara pelepasan APD. ‘’Harus tetap hati-hati menggunakan APD lengkap. Sesama tim mengingatkan jangan sampai teledor,’’ ujarnya.

Dia juga berpesan kepada pasien agar jujur memberikan informasi saat skrining. Menurutnya, kejujuran itu bukan untuk memberikan stigma negatif kepada pasien. Melainkan ikut berkontribusi menghentikan laju persebaran Covid-19. ‘’Pasien harus jujur. Misalnya mengalami keluhan batuk, sesak, bertemu dan dikunjungi oleh orang, maupun baru dari luar kota. Ini untuk melindungi semuanya, nakes, dokter, terutama keluarga pasien,’’ ungkapnya.

Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh nakes dan dokter untuk bekerja kembali ke tempat masing-masing. Agus mengimbau kepada seluruh nakes, baik kesehatan maupun non kesehatan, untuk mematuhi protokol kesehatan. ‘’Tidak hanya di lingkungan rumah sakit, tapi juga di lingkungan rumah. Masyarakat juga wajib meningkatkan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan,’’ tegas Agus. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button