features

Wayang Kayu Buatan Joko Suwiono ’’Terbang’’ ke Berbagai Negara

Limbah kayu di tangan Joko Suwiono mampu disulap menjadi wayang yang bernilai jual tinggi. Tak hanya laris di pasar domestik, kerajinan buah karya warga Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, itu juga diminati warga luar negeri.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

NUANSA budaya Jawa langsung menyeruak begitu memasuki rumah Joko Suwiono di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Berbagai tokoh wayang menghiasi dinding ruang tamu yang sekaligus difungsikan sebagai galeri.

Di sisi kanan ruang itu tampak wayang Bima bersanding dengan Semar. Sedangkan di sisi kiri ada Kamajaya dan Kamaratih. Juga terdapat etalase berisi sejumlah tokoh wayang. Ada pula dua meja panjang yang penuh barang serupa. Sementara, si empunya rumah siang itu sedang sibuk beraktivitas di sebuah ruang berukuran sekitar 2×2 meter. Dengan kaki bersila dan tubuh membungkuk, pria 46 tahun tersebut mengampelas sebuah kayu yang telah berwujud salah satu tokoh wayang. ‘’Awalnya dulu bikin wayang kulit, kertas, dan kaca,’’ ujarnya.

Joko mulai memproduksi wayang kayu sejak 2018 lalu. Selain dinilai eksklusif, dia beralih membuat wayang jenis itu didasari fakta bahwa di Madiun banyak limbah kayu. ‘’Lalu, coba-coba bikin miniatur wayang dari kayu. Ternyata banyak yang berminat. Dulu pakai kayu jenis apa saja, tapi belakangan hanya (limbah kayu) jati,’’ kenang Joko.

Pembuatan wayang kayu harus melewati beberapa tahapan. Dimulai membuat pola di papan kayu sesuai tokoh yang diinginkan. Selanjutnya, dipotong dengan gergaji, dipahat, dan terakhir pengecatan. ”Butuh ketelatenan dan kejelian,” ujar suami Pipit Dwi Ernawati itu.

Proses pengecatan menggunakan jenis cat akrilik. Pun, membutuhkan takaran yang pas. Tidak encer maupun kelewat tidak kental. ‘’Setelah dicat, ditunggu sekitar 10 menit sampai kering. Kemudian, biar mengkilap dan warnanya tahan lama, permukaan kayu dilapisi cairan antigores berbahan waterglass atau oil,’’ bebernya.

Produk wayang kayu karya Joko tidak hanya laris manis di pasar domestik, tapi juga diminati warga luar negeri. Mulai Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Tiongkok, Jepang, Australia, hingga Belanda. Hasil kerajinan Joko juga sempat dipamerkan di Belanda dan Australia. Sementara, tokoh wayang yang selama ini paling diminati adalah Arjuna. ‘’Harganya paling mahal Rp 3,5 juta,’’ sebutnya.

Tidak sedikit pula pejabat yang memesan wayang kayu ke Joko. Mulai petinggi setingkat Wakapolres hingga sekelas bupati. ‘’Akhir tahun lalu saya juga dapat pesanan wayang Arjuna dari DPR RI sebanyak 150 buah,’’ ungkapnya. * (dilengkapi Elit AS-Friska OF/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button