Ngawi

Perajin Tungku Padas Mulai Kesulitan Dapatkan Bahan Baku

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Eksistensi para perajin tungku berbahan padas di Dusun Pucung, Desa/Kecamatan Kasreman, Ngawi, terancam. Bukan perkara tersisihkan kompor gas, melainkan mereka dihadapkan pada kendala ketersediaan bahan baku.

Para perajin harus menggali hingga puluhan meter dari permukaan tanah untuk berburu bahan baku peranti dapur tradisional itu. ‘’Bahkan, di titik tertentu harus bawa lampu, saking dalamnya,’’ kata Yono, salah seorang perajin, Minggu (29/9).

Menurut Yono, dalam sebulan, belasan perajin di dusunnya mampu memproduksi hingga ribuan tungku padas. Pun, selain lokal Ngawi, pasarnya telah merambah daerah tetangga seperti Magetan, Madiun, Ponorogo, hingga perbatasan Jawa Tengah. ‘’Masih laku, walaupun tidak seramai dulu,’’ ujarnya sembari menyebut seorang tengkulak biasanya membeli 10 hingga 50 biji dalam sekali angkut.

Menurut dia, butuh perencanaan matang saat hendak melakukan penggalian. Juga penerangan yang memadai serta perkiraan potensi bahan yang tersedia. ‘’Peralatannya masih manual. Pakai cangkul, linggis, dan lainnya.  Kalau pakai mesin malah sulit dan berisik,’’ terangnya.

Minimnya bahan membuat jumlah perajin berkurang. Jika dulu ada puluhan titik, kini tinggal 15. Sebagian lokasinya berdekatan. Satu lokasi bisa digali dua hingga lima orang, tergantung potensi, luasan tanah, dan lubang galian. ‘’Paling gampang dua orang, satu buat bahan, satunya lagi bertugas membentuk jadi tungku,’’ jelas Yono.

Diakuinya, selama ini para perajin hanya mengandalkan feeling saat mencari lokasi tanah padas. Pun, jenis tanah itu kerap tertutup material lain hingga beberapa meter. ‘’Kemarin ada yang habis sampai puluhan juta menyewa alat berat untuk mengeruk tanah,’’ ungkapnya.

Sulitnya bahan juga membuat harga tungku padas meroket. Saat ini harga di tingkat tengkulak mencapai Rp 50 ribu-Rp 60 ribu. ‘’Pembelinya masih ada, walaupun tak sebanyak dulu. Kebanyakan untuk masak saat hajatan,’’ ujar Suparji, salah seorang tengkulak. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button