Ngawi

Waswas Klaster Tarawih

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi menyesalkan temuan 18 kasus positif Covid-19 di Desa Sukowiyono, Padas. Pasalnya, penularan masif yang berujung penguncian sementara (kuntara) lingkungan dua rukun tetangga (RT) di desa itu dipicu lemahnya penerapan protokol kesehatan (prokes).

Kepala Dinkes Ngawi Yudono mengungkapkan, temuan kasus positif bermula saat seorang warga salat Tarawih di salah satu masjid di Sukowiyono. Padahal, kondisi kesehatannya menunjukkan gejala Covid-19. ‘’Kami lantas melakukan tracing dengan salah satu sasarannya para jamaah salat Tarawih,’’ ujarnya, Sabtu (8/5).

Dari hasil pelacakan penyandang kontak erat, dinkes menemukan 17 warga tertular dari klaster Tarawih. Mereka tinggal di RT 03 dan 04, RW 01. Dua lingkungan yang akhirnya di-lockdown. Menurut Yudono, penularan itu akibat penerapan prokes salat berjamaah tidak baik. ‘’Hal itu yang menjadi poin utama persebaran begitu cepat. Kalau prokes dijalankan, tentu dapat meminimalkan penularan,’’ terangnya. (mg3/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button