Magetan

Waspadai Jalan Tembus Cemoro Sewu-Sarangan

Masa Liburan Panjang Berpotensi Kemacetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Masa liburan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad jadi atensi Polres Magetan. Khususnya, jalur menuju objek wisata. Sebab, beberapa titik rawan crowded. Antara lain di depan Pasar Agrobis Plaosan, loket masuk Telaga Sarangan, dan pertigaan depan Omah Djowo.

Kasatlantas Polres Magetan AKP Juminanto Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (anev) sebelum liburan, arus lalu lintas menuju Telaga Sarangan berpotensi macet. ‘’Selain jalur tersebut, kami pantau jika ada titik lain yang juga terjadi kepadatan kendaraan,’’ katanya Rabu (28/10).

Pihaknya menerjunkan 74 personel  untuk pengamanan selama long weekend. Mereka juga akan mengurai kepadatan lalu lintas jika terjadi kemacetan. Sekaligus melengkapi peralatan kebencanaan. ‘’Perkiraan puncak kepadatan lalu lintas terjadi hari ini (29/10),’’ ujarnya.

Selain ke Sarangan, jumlah kendaraan yang menuju Jawa Tengah diperkirakan juga meningkat. Sehingga, memungkinkan kemacetan di  sepanjang jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan. Termasuk di kawasan Mbah Djoe Resort. ‘’Kendaraan yang keluar masuk kawasan tersebut kemungkinan akan menimbulkan antrean,’’ sebutnya.

Nugroho mengimbau pengguna jalan selalu waspada. Sebab, cuaca yang sering hujan kerap jadi biang kecelakaan. ‘’Selalu taati rambu lalu lintas dan tetap safety riding,’’ pintanya.

Pengamanan dilakukan pagi hari di kawasan ramai. Bagi pelanggar lalu lintas juga akan ditindak. ‘’Juga tetap kami ingatkan agar menerapkan protokol kesehatan,’’ tuturnya. (fat/c1/sat)

Prokes Ketat, Sekamar Hanya untuk Sekeluarga

LIBURAN tiba. Sejumlah objek wisata di Magetan diperkirakan bakal dibanjiri pengunjung. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, pengelola wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Tidak hanya pengunjung, tapi juga karyawannya. ‘’Kami awasi, jika ada pelanggaran akan kami ingatkan,’’ kata Irfan Dwi Chandra, salah seorang pemilik resto di kawasan Sarangan.

Irfan memperkirakan tempatnya akan dikunjungi 500 hingga 700 orang sehari selama liburan panjang. Pihaknya akan mengatur agar tidak terjadi penumpukan wisatawan. Kasir disediakan di beberapa titik untuk menghindari kerumunan. ‘’Untuk kasir sebenarnya sudah ditambah. Akan kami maksimalkan lagi selama liburan panjang ini,’’ ujarnya.

Beberapa fasilitas pendukung prokes juga ditambah. Pihaknya sudah koordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 Magetan saat membuka usahanya di masa adaptasi kebiasaan baru. Semua meja diatur berjarak. Beberapa titik selfie deck diawasi ketat. ‘’Beberapa masih dalam tahap pembangunan, jadi kami pastikan tidak akan membahayakan pengunjung,’’ klaimnya.

Ipung Purwati, manajer salah satu hotel di Sarangan, juga menyatakan siap menerapkan prokes ketat. Jumlah tamu akan dibatasi. Hanya satu keluarga yang boleh sekamar. ‘’Karena yang single cukup berisiko kalau yang menempati tamu dari daerah berbeda,’’ sebutnya.

Kursi tamu di beberapa kamar diatur sesuai physical distancing.  Untuk prasmanan pun diatur jarak dan jumlah orang. Peralatan makan dan minum tetap dijaga kebersihannya. ‘’Ini hal mendasar. Di hotel kebersihan tetap yang utama. Baik alat makan, perlengkapan tidur, maupun alat-alat kamar mandi,’’ jelasnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button