Madiun

Warung Pecel 32 Tahun Mendadak Roboh

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bruaaak! Boniyem pingsan. Setelah mendengar warung nasi pecel dan dapur rumahnya tiba-tiba roboh. Ruangan berukuran 11×4 meter itu mendadak ambruk subuh sekitar pukul 04.30, Sabtu (15/2). ‘’Beruntung anak dan menantu saya selamat,’’ kata perempuan 69 tahun itu Minggu (16/2).

Saat kejadian Boniyem sedang tidur di kamarnya. Sedangkan, Sri Puji lestari, anak bungsu Boniyem, memasak di dapur. Menantunya, Sujianto, sempat curiga mendengar suara gemeretak di bagian dapur belakang. Setelah dicek, ternyata ada bagian yang mau roboh. Belum sempat bertindak, suara retakan makin keras. Sambil menyelamatkan diri, dia minta istrinya lari. ‘’Baru dua langkah keluar, dapur sudah roboh,’’ ungkapnya.

Beruntung saat kejadian warung pecel belum ada pembeli. Pun tak ada seorang pun yang lewat di samping rumah. ‘’Ndilalah sebelum lari, kompor sudah dimatikan. Sehingga tidak terjadi ledakan atau kebakaran,’’  ujar warga Jalan Sitinggil, Demangan, Taman, Kota Madiun, itu.

Untuk sementara dia memindahkan warung nasi pecel yang sudah dirintis sejak 32 tahun silam atau pada 1988 itu ke dalam rumah. Dia tak tahu kapan bisa merehab kembali warung dan dapurnya yang roboh itu. ‘’Sudah dua tahun ini warung dikelola anak saya,’’ terangnya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun langsung ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan. Mereka membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bersama tim tagana, TNI-Polri, dan warga setempat. ‘’Sekitar pukul 07.30 kami mulai kerja bakti. Selesai pukul 10.30,’’ kata Toni Prasetya, petugas BPBD Kota Madiun.

Menurut Toni, robohnya rumah dan warung Boniyem termasuk bencana alam. Sebab, sebelumnya diterpa hujan lebat Jumat malam (14/2). ‘’Kalau bencana alam, kemungkinan mendapat bantuan pemerintah untuk renovasi,’’ ujarnya. (mg3/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button