features

Warkop Sepi, Dwi Ganjar Susilo Banting Setir Lukis Sketsa Wajah

Sudah hampir dua tahun Dwi Ganjar Susilo menekuni jasa lukis sketsa wajah. Aktivitas itu dilakoni setelah usaha warung kopinya gulung tikar akibat sepi pembeli bersamaan pandemi korona. Siapa sangka, lukisan karyanya diminati warga berbagai daerah hingga luar negeri.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

DENGAN ekspresi serius, tangan Dwi Ganjar Susilo menggoreskan pensil di permukaan kertas berukuran A3. Penglihatannya semakin ditajamkan meski di ruangan berukuran 2×3 meter tempatnya berkreasi sudah ada lampu di dekatnya. Setiap detail dikerjakan dengan hati-hati dan penuh perhitungan.

Permukaan kertas yang semula hanya bergambar pola akhirnya berubah menjadi sosok dua orang pria. Sementara, tidak jauh dari tempat Dwi duduk tampak puluhan pensil berbagai merek, beberapa penghapus, bubuk pensil, rautan, dan kuas make-up.

Rutinitas menggambar sketsa wajah itu menjadi keseharian Dwi sejak akhir 2019 lalu. Awalnya dia membuka warung kopi (warkop). Namun, pandemi Covid-19 memaksa warga Jalan Dite Manis, Perumnas Manisrejo I, tersebut menutup usahanya.

Suatu ketika, seorang rekannya minta tolong kepada Dwi untuk digambar. Ternyata hasilnya memuaskan. Dwi lantas disarankan menekuninya. ‘’Belajar otodidak dari internet,’’ ungkap bapak dua anak itu. ‘’Kebetulan sejak kecil suka menggambar,’’ imbuhnya.

Dwi biasanya membutuhkan waktu empat sampai enam jam untuk menyelesaikan satu sketsa wajah. Diawali dengan membuat line art sebagai pola awal. Lalu, gambar diarsir. Kemudian, agar semakin hidup, gambar dipoles dengan pensil menggunakan teknik dusel untuk menentukan bagian objek yang gelap dan terang. ‘’Saat ini saya masih fokus warna hitam putih saja,’’ katanya.

Berkat gencar promosi melalui Instagram, lukisan sketsa wajah karya Dwi diminati pencinta seni dari berbagai daerah. Mulai Madiun, Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, hingga Manado. Bahkan, dia pernah mendapatkan order dari Taiwan dan Australia. ‘’Dibantu promosi juga sama (wali kota Madiun) Pak Maidi,’’ sebutnya.

Dwi mematok gambar hasil karyanya dengan harga mulai Rp 300 ribu untuk ukuran A3, sudah termasuk bingkainya. Sedangkan ukuran besar dihargai per wajah. ‘’Satu wajah Rp 300 ribu. Kalau lebih dari satu tambah Rp 50 ribu,’’ tuturnya. * (dilengkapi Elit AS-Friska OF/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button