Ponorogo

Warga Tolak Pendirian Gereja Bethany

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Warga empat rukun tetangga (RT) yang tinggal di sepanjang Jalan Thamrin Ponorogo menolak rencana pendirian gereja di lingkungan mereka. Spanduk berkelir merah bertuliskan kalimat protes sempat dibentang di depan sebuah rumah yang menjadi sekretariat jemaat Bethany Ponorogo. ‘’Kalau ingin mendirikan gereja silakan, tapi jangan di lingkungan kami,’’ kata Hence Hapsaki, ketua RT 02/RW 02, Kamis (10/6).

Dia menyayangkan pemilik rumah tidak meminta izin ke lingkungan ketika hendak menjadikan kediamannya sebagai sekretariat jemaat Bethany. Warga awalnya memaklumi aktivitas yang berlangsung setiap hari Minggu. Sikap penolakan muncul setelah warga mendengar kabar bahwa ada upaya meminta izin ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo tentang rencana pendirian gereja di Jalan Thamrin. ‘’Yang menolak berasal dari empat RT di dua RW (rukun warga, Red),’’ ungkap Hence.

Rumah yang sempat dijadikan sekretariat jemaat Bethany itu juga bersebelahan dinding dengan sebuah taman pendidikan Alquran. Pendeta Yohanes Kasmin mengaku mafhum dengan penolakan warga itu. Pihaknya juga mendapatkan perlakuan yang sama tatkala hendak mendirikan gereja di Kelurahan Keniten. Kasmin membenarkan bahwa rumah dengan tanah seluas 2.500 meter persegi di Jalan Thamrin itu milik seorang jemaat Bethany. Si empunya rela menghibahkan untuk tempat ibadah. ‘’Sosialisasinya memang belum sampai ke warga, tapi sudah ada penolakan,’’ jelasnya.

Menurut dia, jemaat Bethany selama ini kerap menumpang tempat untuk beribadah. Pernah memanfaatkan aula makodim, DPD Golkar, dan salah satu hotel. Kasmin mengklaim Bethany memiliki 140 jemaat yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sekretariat di Jalan Thamrin sebatas dipakai untuk pertemuan. ‘’Kami baru pasang papan sekretariat 20 Mei lalu,’’ terangnya. (mg7/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button