Mejayan

Warga Paranoid, Kunjungan Pasien RSUD Caruban Turun 40 Persen

Ragu Datang karena Nakes Positif Covid-19

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Jumlah kunjungan pasien di RSUD Caruban menyusut. Penurunan itu diduga karena empat tenaga kesehatan (nakes) instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit pelat merah tersebut positif Covid-19. ‘’Penurunan pasien mencapai 40 persen. Baik rawat jalan maupun rawat inap,’’ kata Pengelola dan Pelaporan Data Satgas Covid-19 RSUD Caruban Didik Indrawanto Selasa (28/7).

Didik mengungkapkan, berdasar informasi tenaga medis yang buka praktik atau klinik, pasien ragu datang karena ada nakes positif Covid-19. Tidak sedikit pasien puskesmas yang menolak dirujuk ke rumah sakit karena faktor tersebut. Menurut dia, kekhawatiran itu semestinya tidak perlu ada. ‘‘Karena sudah dilakukan penanganan sesuai protokol. Saat ini tinggal dua perawat yang hasil laboratoriumnya masih positif,’’ ujarnya.

Alasan warga tak perlu paranoid adalah sumber penularan diduga dari luar rumah sakit. Tidak ada kaitan dengan pekerjaan di IGD. Riwayat bepergian petugas medis di luar jam kerja tidak dapat dipastikan. ‘’Lagi pula, tidak semua tim IGD terkonfirmasi semua (Covid-19),’’ ucap Didik.

Didik memerinci, terdapat 30 tenaga kesehatan dan 12 tenaga pendukung IGD. Mereka telah diminta isolasi mandiri sekitar dua pekan. Hasil rapid test dan swab-nya negatif. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir berlebih. Rencananya, kami akan melakukan sosialisasi ke puskesmas terdekat,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button