Madiun

Warga Minta Bangunan Musala Tidak Digusur, Disperkim Janji Pertahankan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada musala di tengah puluhan bangunan liar perkampungan kumuh kompleks pemakaman Cina (etnis Tionghoa) alias bongpay Jalan Hayam Wuruk. Yakni, Musala Al-Amin. Tempat ibadah umat Islam itu dibangun secara swadaya oleh warga setempat 19 tahun silam.

Keberadaan tempat ibadah itu telah diketahui pemkot. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiarto memastikan pemkot tetap mempertahankan fasum yang ada. Baik itu musala maupun toilet umum. Dia memastikan fasum itu diprioritaskan dan tidak terdampak rencana penggusuran. ‘’Kalau ada fasilitas seperti itu harus dipertahankan,’’ tegas Totok, Rabu (9/6).

Totok berjanji bakal menyampaikan harapan masyarakat terkait keberadaan tempat ibadah itu dalam rapat koordinasi (rakor). Dia menyebut bahwa rencana pembangunan fasum di kawasan tersebut termasuk rencana jangka panjang. ‘’Masih kami rapatkan dengan tim. Jadi, masih butuh waktu panjang. Insya Allah keberadaan masjid (musala) tetap dipertahankan,’’ tuturnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button