Madiun

Warga Manfaatkan Lahan Waduk Saradan Mengering

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Surutnya Waduk Saradan, Kabupaten Madiun, dinanti-nanti warga. Tepian waduk yang mengering dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam. ‘’Kalau airnya penuh, biasanya cari kayu bakar,’’ kata Suratmin, warga Desa Sugihwaras, Saradan, Senin (3/8).

Suratmin mengungkapkan, pemanfaatan lahan waduk yang mengering sudah dilakukan selama lima tahun. Padi yang ditanamnya. ‘’Meski cuma sekali tanam, tapi bisa untuk tambahan rezeki,’’ ujarnya.

Suratmin menggarap lahan waduk sebelah utara. Tidak ada biaya sewa. Sebagai gantinya, diminta membantu membersihkan tanaman liar. ‘’Ada sekitar 50 petani yang menggarap di waduk sebelah utara,’’ sebutnya.

Solikin, warga lainnya, menggarap dasar waduk yang mengering di sebelah selatan. Dia mengungkapkan, pembukaan lahan setiap kali kemarau sudah berlangsung sejak 25 tahun lalu. ‘’Warga sudah terbiasa bertani ketika air menyusut,’’ ujarnya.

Solikin menyebut, bukan hanya padi yang ditanam. Hasil panennya cukup memuaskan. ‘’Ada yang tanam jagung, singkong, dan kacang hijau,’’ sebutnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close