Ponorogo

Warga Jurug Ponorogo Keluhkan Pembuangan Kotoran Ternak di Air Terjun Pletuk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Jurug punya panorama alam jempolan. Dari atas desa di Kecamatan Sooko itu mengalir Air Terjun Pletuk. Kemarau ini, air yang mengalir dari 450 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu seolah tiada habisnya.

Sayangnya, keindahan panorama alam itu berkubang limbah. Terdampak pembuangan kotoran ternak sapi dari wilayah di atasnya, Pudak. ‘’Padahal, aliran air terjun itu kami manfaatkan untuk pengairan sawah,’’ kata Tumiran, petani di Jurug, Sooko, Kamis (2/9).

Tumiran menyebut, persawahan yang dialiri air berkubang limbah tak dapat tumbuh dengan baik. Sebab, kotoran sapi yang dibuang ke sungai itu masih basah. Sehingga berpotensi membusuk dan membuat kualitas airnya tidak bagus lagi. Tumiran sengaja menggunakan pupuk kimia agar mempercepat pertumbuhan dan menjaga kualitas padi yang ditanamnya. ‘’Tapi, saya kok ragu bagaimana kualitas kesehatannya. Apa masih aman dimakan,’’ tanyanya.

Air terjun terdampak limbah itu juga membuat sungai yang dialirinya keruh. Sementara untuk penggemburan tanah haruslah menggunakan air yang cukup banyak. Tumiran merasa air sungai itu membuat kulitnya gatal. ‘’Mungkin karena kotor itu. Saya sering gatal-gatal setelah dari sawah,’’ akunya.

Keluhan sama diungkapkan Pujianto. Dia sudah tidak lagi melihat anak-anak desanya bermain di sungai. Berbeda dengan zaman kecilnya dulu yang kerap menghabiskan waktu bermain di sungai. Mengingat sungai di Jurug cukup jernih karena termasuk desa yang kali pertama menerima air dari Pudak. Apalagi, di sana ada air terjun yang cukup asri dan indah. ‘’Saya sekarang jijik kalau melihat sungainya,’’ ungkapnya.

Dia menyayangkan pencemaran tersebut. Sebab, di sungai itu banyak habitat ikan. Pujianto berharap masyarakat Pudak bersedia mengolah limbah ternak dengan lebih baik. Setidaknya, di sentra peternakan sapi itu disediakan lahan khusus untuk pengolahan limbah. ‘’Kalau diolah menjadi pupuk tentu lebih bermanfaat,’’ sarannya. (mg7/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button