Pacitan

Warga Dusun Mencon Swadaya Bangun Jembatan, 180 KK Urunan Lima Tahun

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Warga Dusun Mencon, Tawun, Kasreman, kini bisa bernapas lega. Perjuangan lima tahun urunan biaya pembangunan jembatan penghubung dusun mereka dengan wilayah Desa Banyuurip, Ngawi, bakal segera terealisasi.

‘’Sedang dalam pengerjaan. Sebelumnya nggak ada jembatan, jadi harus jalan kaki, menyeberangi sungai atau memutar,’’ ujar Kawiyo, koordinator pembangunan jembatan tersebut, Senin (14/10).

Menurut Kawiyo, keberadaan jembatan sangat mendesak bagi warga dusunnya. Pasalnya, meski berbatasan langsung dengan Desa Banyuurip, terpisahkan oleh anak sungai Bengawan Madiun tanpa ada akses penghubung. Padahal, mobilitas masyarakat setempat terbilang tinggi. Baik terkait aktivitas pertanian maupun perdagangan.

Alhasil, tak sedikit warga yang nekat menyeberang sungai meski alirannya cukup deras. ‘’Jika musim penghujan sulit menyeberang, kalau kemarau kendaraan bisa lewat karena sungai kering,’’ katanya.

Sementara, jika memutar, warga harus menempuh jarak lebih dari lima kilometer. Melewati Desa Prandon hingga jalur menuju Cepu. ‘’Jalur menuju Banyuurip menyerupai huruf G karena harus memutar, padahal hanya di seberang sungai,’’ tutur Kawiyo.

Biaya pembangunan jembatan jenis tanam tersebut merupakan swadaya warga lima RT di Dusun Mencon. Selama lima tahun terakhir, saban musim panen tiap kepala keluarga menyisihkan Rp 50 ribu. Sekali panen duit yang terkumpul dari 180 KK itu sebanyak sekitar Rp 8 juta. Di luar itu, sumbangan dari donatur yang diupayakan babinsa setempat. ‘’Jembatan mulai dibangun awal bulan lalu,’’ imbuh Kawiyo.

Sebelumnya sempat muncul wacana membangun jembatan gantung atau jenis konvensional. Namun, terbentur lokasi yang berada di area Perhutani.

Jembatan tanam tersebut hanya memiliki tinggi beberapa meter dari dasar sungai. Saat kali meluap, jembatan tertutup aliran air, namun masih bisa dilalui. Sementara, saat sungai surut, aliran bakal melewati gorong-gorong hingga fisik jembatan terlihat. ‘’Kami buat seadanya dengan gotong royong,’’ katanya.

Sayang, pembangunan jembatan tersebut kini terhenti lantaran dana yang disiapkan tidak mencukupi. Saat ini pihaknya tengah memutar otak mencari sumber dana baru sembari menunggu uluran tangan donatur. ‘’Semoga bisa selesai sebelum musim penghujan,’’ harapnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button