Magetan

Warem di Luar Baben Diduga Jadi Tempat Praktik Prostitusi

MAGETAN – Sepanjang ruas jalan Desa Malang, Maospati, Magetan, masih diwarnai penyakit masyarakat. Selain warung remang-remang (warem), sejumlah rumah kos diduga jadi tempat praktik prostitusi. Akibatnya, warga setempat resah. ‘’Kalau siang biasa saja. Kalau malam malah makin ramai,’’ kata Sudirah, salah seorang warga setempat, Jumat (20/7).

Dia menyebut ada lebih dari lima warung yang tak hanya jual kopi tapi juga menyediakan perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK). Menurut dia, banyak perempuan nakal di lokasi di luar eks lokalisasi PSK Madusari alias Baben tersebut. Mencapai puluhan orang. Semua bukan warga asli Maospati maupun Desa Malang. ‘’Orang-orang luar daerah semua yang kerja di situ,’’ ungkapnya.

Kebanyakan dari Jawa Timur. Mereka dibawa beberapa orang yang sudah kenal dengan pemilik warung yang rata-rata juga warga luar daerah. Pun perempuan menor yang dijajakan di depan warung. ‘’Banyak yang  datang kalau pas malam,’’ ujar Sudirah.

Warem itu tepatnya di sebelah timur jembatan perbatasan Desa Malang dan Kelurahan Maospati. Sedangkan rumah kos esek-esek di sebelah barat jembatan.  ‘’Itu (rumah kos, Red) yang punya warga sini, tapi disewakan ke orang lain,’’ kata Sukardi, kepala Desa Malang.

Sukardi pun waswas rumah kos tersebut jadi tempat prostitusi. Namun, pihaknya belum bisa membuktikannya. Hanya, dia mengklaim sudah memperketat dan memperhatikan betul orang-orang yang masuk desanya. ‘’Punya pekerjaan yang layak atau tidak, seperti apa orangnya,’’ bebernya.

Sukardi menyebut semua perizinan yang tadinya hanya sampai RT, kini harus sampai ke pihak pmerintah desa. Menurutnya, semua tamu dan pendatang harus orang baik-baik. Bukan yang berniat untuk menambah penyakit masyarakat. ‘’Supaya gak membuat masyarakat semakin resah,’’ ungkapnya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button