Advertorial

Wali Kota Maidi: AstraZeneca CTMAV545 Aman untuk Lansia

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tak ada waktu senggang bagi vaksinator. Pasalnya, Pemkot Madiun terus menggeber vaksinasi agar segera tuntas. Pola kejar tayang dropping vaksin tiba segera disuntikkan. Langkah itu demi proteksi lebih kepada masyarakat. Tak terkecuali bagi lanjut usia (lansia).

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, hal itu mendukung instruksi presiden terkait vaksinasi yang menarget 75 persen jumlah penduduk. Sejauh ini tak ada penolakan dari masyarakat. ‘’Skala prioritas yang berhadapan dengan orang banyak. Pelayanan publik, nakes, dan guru sudah. Ini lansia sedang berjalan,’’ kata Maidi, Rabu (26/5).

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun menarget vaksinasi lansia segera tuntas. Meski progresnya baru mencapai 19 persen. Dari total 16.164 sasaran, 2.626 lansia telah divaksin dosis pertama. ‘’Kami percepat pelaksanaannya. Begitu dosis datang, diberikan,’’ ujar Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun Denik Wuryani.

Denik mengatakan, pelaksanaan vaksinasi bergantung ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat. Ada dua jenis vaksin yang diberikan kepada lansia. Sebagian menerima Sinovac, sebagian lainnya distribusi terakhir dari pemerintah pusat AstraZeneca batch CTMAV545. ‘’Lansia yang awalnya dapat Sinovac ya diberikan Sinovac. Kalau dapatnya AstraZeneca nanti kita usulkan untuk dosis yang kedua,’’ lanjutnya.

Denik menyebut bahwa kedua dosis itu tidak dapat dicampur. Suntikan pertama dan kedua harus menggunakan dosis vaksin yang sama. ‘’Kalau sampai rentang waktu 28 hari itu vaksin dosis kedua belum ada, vaksinasinya ditunda. Tapi, selama ini masih aman karena selalu kita sisihkan. Kalau habis kita mintakan ke provinsi,’’ jelasnya.

Denik mengungkapkan, ada beberapa lansia yang mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) setelah divaksin. Namun masih dalam kategori ringan atau wajar. Seperti panas, pusing, nyeri di bekas suntikan, maupun pegal linu. ‘’Jadi, itu proses untuk melatih supaya tubuh mengenali vaksin,’’ paparnya.

Terkait dosis vaksin AstraZeneca yang ditarik pemerintah pusat dari beberapa daerah, Denik menegaskan bahwa itu tidak terjadi di Jawa Timur termasuk di Kota Madiun. Dia memastikan vaksin AstraZeneca batch CTMAV545 untuk Jawa Timur aman. Sebab, yang ditarik peredarannya batch CTMAV547. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir. Dosis vaksin AstraZeneca yang kita berikan aman, yaitu batch CTMAV545,’’ tegasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button