Madiun

Wali Kota Madiun Tak Ambil Pusing Pengerucutan Dua Calon Sekda

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lima bakal calon (balon) Sekda Kota Madiun mengikuti asesmen di Hotel Soliazigna, Surakarta, Jawa Tengah, mulai Kamis (7/10). Tanpa memandang sebelah mata tiga nama lainnya, kalangan legislatif setempat telah mengerucutkan pada dua nama.

Tentu saja bukan tanpa alasan. Dua nama itu, Sudandi (kepala BKAD) dan Soeko Dwi Handiarto (kepala bapelitbangda), dinilai memiliki rekam jejak lumayan panjang dalam dunia birokrasi. Sudandi merupakan alumnus Diploma III Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Dia memulai karier birokrasi dari bawah. Yakni, sebagai staf bagian kepegawaian 1994 silam. Pun merangkak naik dari kelurahan, kecamatan, hingga memimpin sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kini.

Sedangkan rivalnya, Soeko Dwi Handiarto dikenal sebagai spesialis tata ruang. Mafhum, dia lulusan Jurusan Teknik Planologi, Institut Teknologi Nasional, Malang. Kemudian melanjutkan pascasarjana Jurusan Perencanaan Kota dan Daerah, Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta.

Soeko mulai mengabdi pada negara juga dari bawah. Setahun lebih senior dibanding Wisanggeni, yakni sebagai staf CPNS 1993-1995 silam. Soeko juga malang melintang di sejumlah OPD. Hanya, dia tidak pernah menjabat di kelurahan dan kecamatan. Hingga, kini memimpin Bapelitbangda Kota Madiun.

Boleh dibilang, persaingan keduanya adalah birokrat versus teknokrat. Namun, Wali Kota Maidi tak ambil pusing dengan dua nama itu. Alasannya, lima balon masih menjalani tahapan uji kompetensi melalui penggalian potensi. Selama tiga hari, Kamis (7/10) hingga Sabtu (9/10), di Kota Solo. ‘’Pertimbangan masih banyak, tidak hanya sesaat,’’ kata Maidi, Jumat (8/10). (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button