Madiun

Wali Kota Madiun Instruksikan ASN Belanja di Lapak UMKM

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun 2019–2024 berubah. Penyebabnya, ada penyesuaian regulasi dan kebijakan baru dari pemerintah pusat. Pun dipengaruhi kondisi darurat, yakni pandemi Covid-19.

Perubahan dokumen RPJMD itu ditetapkan dengan sejumlah rekomendasi dari fraksi-fraksi di DPRD Kota Madiun kemarin (30/7). Legislatif mendorong kebijakan wali kota agar fokus pada program percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi. Apalagi, berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) terdapat 72,6 persen pelaku UMKM mengalami penurunan kinerja karena terdampak Covid-19.

Wali Kota Madiun Maidi telah menyiapkan solusi atas persoalan tersebut. Misalnya, memaksimalkan keberadaan lapak UMKM di setiap kelurahan sebagai tempat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemkot juga memberi stimulus bagi para pelaku UMKM. ‘’Bahkan, saya instruksikan, kalau bisa ASN pemkot membeli kebutuhan pangannya di lapak UMKM,’’ katanya, Sabtu (31/7).

Selain percepatan pemulihan ekonomi, dewan juga merekomendasikan kebijakan khusus guna mengantisipasi bengkaknya sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa). Diketahui, silpa tahun berjalan Kota Madiun rata-rata 15–25 persen dari dana tersedia atau sekitar Rp 220 miliar–Rp 300 miliar per tahun. (her/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button