Advertorial

Wali Kota Madiun Beri Santunan dan Beasiswa ke Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Eling lan waspada. Ingat, banyak orang di sekitar kita yang telah jadi korban Covid-19. Waspada, jangan sampai kita jadi korban berikutnya. Ini fakta, ratusan anak di Kota Madiun telah kehilangan orang tua mereka lantaran terenggut virus korona. Pun, mayoritas masih belia dan duduk di bangku sekolah.

Pemkot Madiun tak membiarkan mereka kehilangan asa. Penghidupan layak untuk mengejar cita-cita mereka dijamin. Siti Maisaroh, siswi kelas V SDN Sogaten salah seorang di antaranya. Rumah berukuran 3×4 meter di Jalan Maskumambang Gang IV, Kelurahan Sogaten, Manguharjo, Kota Madiun itu kini hanya dihuni bersama ibunya.
Widarto, ayahnya, berpulang saat berjuang melawan virus korona yang menginfeksi tubuhnya. 19 Februari lalu, tutup usia saat menjalani perawatan hari pertama di ruang isolasi Covid-19 di RSUD Kota Madiun. ‘’Cita-cita saya ingin jadi guru,’’ kata Siti Jumat (6/8).

Kesedihan masih tersisa di wajah Siti. Dia belum bisa melupkana sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarganya. Bagi Siti, ayahnya yang seorang pengayuh becak adalah teladan. Sebaliknya, Siti anak semata wayang itu diharapkan ayahnya kelak menjadi orang hebat. ‘’Saya akan giat belajar biar pintar,’’ lanjutnya.

Tukiyem, ibunya, kini harus banting tulang. Menghidupi keluarga dengan bekerja serabutan. Becak, “warisan” mendiang suaminya dijual untuk membiayai les anaknya. ‘’Bapak narik becak biasanya mangkal di Jalan Borobudur. Terpaksa becak saya jual,’’ tutur Tukiyem.

Jumat (6/8), Wali Kota Madiun Maidi coba membesarkan hati janda dan anak yatim itu. Maidi menyambangi rumahnya untuk menyerahkan santunan dan bantuan sembako. Pun, menyampaikan beberapa pesan. ‘’Senang. Tadi Pak Wali Kota ke sini. Dipeseni agar terus belajar, saya berjanji rajin belajar sampai sekolah tinggi,’’ imbuh Siti.

Tidak hanya Siti, wali kota juga menyerahkan bantuan dan santunan ke beberapa anak yatim-piatu yang ditinggal orang tua karena Covid-19. Sebagai weujud kepedulian pemerintah. Maidi juga menjamin penghidupan yang layak bagi mereka. ‘’Yang kena dampak Covid-19, khususnya anak yatim-piatu kita bantu,’’ ungkap Maidi.

Bantuan tidak hanya berupa sembako. Bagi pelajar maupun mahasiswa juga mendapat beasiswa. Sedangkan yang telah lulus ditarik kerja bantu di pemerintahan. Maidi tidak ingin melihat anak-anak tersebut putus sekolah. ‘’Bantuan tidak sekadar hari ini. Tapi kelangsungan anak ini sampai dia lulus. Jadi, pemerintah hadir,’’ lanjutnya.

Maidi juga menyiapkan pondok pesantren di kediaman pribadinya, Jalan Merpati, Nambangan Lor. Pembangunan tuntas tahun ini. Mereka boleh mondok tanpa dipungut biaya alias gratis. Selain dibekali ilmu agama, juga disipakan menjadi enterpreneur. Harapannya dapat memutus mata rantai kemiskinan di kota ini. ‘’Semua persiapan telah dilakukan pemkot untuk membantu warga mengatasi kesulitan akibat pandemi Covid-19,’’ bebernya.

Hasil pendataan sementara, sebut Maidi, saat ini ada 166 anak yang kehilangan orang tua akibat Covid-19. Dia tidak ingin ada anak yang luput dari perhatian pemerintah. Pun diperkirakan data itu terus bertambah. ‘’Pendataan terus berjalan,’’ sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan daan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Madiun Agus Triono menyebut ada 325 jiwa yang meninggal akibat Covid-19. Pendataan terus berjalan melalui sistem administrasi kependudukan (adminduk). Sistem terintegrasi itu mendeteksi data melalui nomor identitas kependudukan (NIK). ‘’Sistem ini memfasilitasi warga yang meninggal akibat Covid-19 untuk diterbitkan akta kematian,’’ jelasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button