Advertorial

Wakil Rakyat pun Jadi Guru Dadakan

Apresiasi Outdoor Learning untuk Menyiasati Pandemi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembelajaran outdoor learning atau pembelajaran di luar kelas yang dicanangkan Pemkot Madiun direspons positif legislatif. Bahkan, legislator berkesempatan mengajar para siswa di Gedung DPRD Kota Madiun kemarin (8/4). Salah satunya, Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun Istono yang jadi guru dadakan.

Menurut Istono, apa yang dilakukan kalangan legislator merupakan bukti dukungan terhadap langkah pemkot. Outdoor learning, sebutnya, cukup efektif diterapkan di masa pandemi Covid-19. Selain mencegah persebaran Covid-19, juga dapat membentuk karakter siswa di samping pembelajaran teori. ‘’Kami dukung kegiatan ini. Karena merupakan bentuk ikhtiar pemkot dari sisi pendidikan,’’ kata Istono.

Sistem ini dinilai sebagai jawaban keinginan siswa dan orang tua yang jenuh pembelajaran daring. Dia tidak ingin generasi di kota ini ketinggalan masalah pendidikan gegara pandemi. Karena itu, pembelajaran di luar kelas ini perlu didukung berbagai pihak. Tak terkecuali orang tua.

Arsyita, siswa SMPN 11 Kota Madiun, senang mendapat ”guru baru”. Apalagi, kali pertama dia bertemu langsung dengan wakil rakyat. Biasanya hanya melihat dari tayangan televisi atau surat kabar. ‘’Sangat senang bisa sekolah lagi,’’ ujarnya.

Dia juga senang dapat tatap muka dengan teman dan guru, meski tidak di dalam kelas. Dengan outdoor learning dia pun bahagia. ‘’Selama ini kan belajarnya daring di rumah. Ya, bosen juga,’’ lanjutnya.

Kepala SMPN 11 Kota Madiun Esti Nurhayati menuturkan, belajar di gedung dewan memberi pengalaman tersendiri bagi siswa. Mereka jadi tahu langsung dan merasakan duduk di kursi ruang paripurna. Outdoor learning ini juga telah mendapat izin dari orang tua siswa. Sistem pembelajaran di luar kelas itu dinilai mampu menghilangkan kejenuhan akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) setahun terakhir.

‘’Harapan kami, kalau tatap muka belum bisa dilaksanakan, program ini dilanjutkan. Karena sudah melalui prosedur tertentu. Kalau anak-anak tidak diizinkan orang tua, kami tidak memaksakan,’’ tuturnya.

Sesuai petunjuk teknis dinas pendidikan setempat, outdoor learning hanya dua mata pelajaran (mapel) per hari. Masing-masing mapel diikuti tidak lebih dari dua kelas. Sekali tatap muka hanya 90 menit. Sementara ini, outdoor learning hanya diikuti siswa jenjang SMP. Sedangkan untuk siswa SD akan dilakukan bertahap. (kid/c1/sat/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close