AdvertorialNgawi

Wajib Pajak Belum Bayar Diminta Segera Melunasi

Tahun Ini Tak Ada Denda Keterlambatan PBB

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Meski sudah diperpanjang selama sebulan dari tanggal jatuh tempo, sejumlah kecamatan belum mampu mencatat capaian pajak bumi dan bangunan (PBB) 100 persen. ‘’Dari total 19 kecamatan, 12 belum lunas,’’ kata Kabid PBB Badan Keuangan (BK) Ngawi Akhmad Arwan Kamis (5/11).

Arwan mengungkapkan, hingga Rabu lalu (4/11) realisasi PBB di Ngawi secara keseluruhan mencapai 94,6 persen. Dari target yang ditetapkan dalam APBD sebesar Rp 22 miliar, sudah terealisasi Rp 20,5 miliar. ‘’Kami tetap optimistis sampai akhir tahun nanti target bisa terealisasi,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, pembayaran PBB sejatinya sudah jatuh tempo 30 September lalu. Namun, kala itu realisasinya baru sekitar 70 persen dari target. Kondisi itu memaksa BK mengajukan perpanjangan jatuh tempo ke bupati. ‘’Kami minta beberapa kecamatan yang belum lunas agar segera melunasi karena jatuh temponya sudah habis,’’ pintanya.

Arwan mengatakan, biasanya wajib pajak (WP) yang telat membayar PBB akan dikenai denda 2 persen. Namun, khusus tahun ini pemkab membebaskan denda tersebut. Karena itu, dia berharap para WP yang belum membayar pajak segera menyetor ke petugas di desa masing-masing. ‘’Paling tidak sebelum akhir tahun nanti semuanya sudah lunas,’’ harapnya.

Pihaknya menyadari, pemungutan pajak di desa dihadapkan pada sejumlah kendala. Mulai adanya pandemi Covid-19 yang membuat proses pemungutan terhenti, hingga petani yang masih menunggu masa panen. ‘’Terlepas dari kendala itu, kami berharap pihak kecamatan maupun desa bisa lebih giat lagi. Terutama yang capaian realisasinya masih rendah,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button