Madiun

Wajah Kota Madiun Menjelma Osaka

Beribu Bunga Mulai Bermekaran di Jalan Pahlawan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tinggal menunggu hari, Kota Madiun menjelma Osaka atau sederet kota di Jepang yang dikenal dengan bunga sakuranya. Kini, berbagai jenis bunga yang ditanam setahun terakhir itu sedang mekar-mekarnya.

Tak kurang enam ribuan pohon telah ditanam di sepanjang jalan dan ruang terbuka hijau (RTH). Di Jalan Pahlawan telah dihiasi sekitar 2.500 pohon dari berbagai jenis. Mulai bungur, tabebuya, bugenvil, flamboyan, soga, hingga pule berukuran raksasa.

Siti Aisyah pagi itu terlihat ber-selfie ria bersama keluarganya memanfaatkan latar keindahan bunga bungur di Jalan Pahlawan. ‘’Pas lewat kok lihat bunganya sudah mekar, akhirnya berhenti untuk foto,’’ kata warga Oro-oro Ombo, Kartoharjo, itu.

Pohon bungur di Jalan Perintis Kemerdekaan juga mulai bermekaran. Di musim kemarau ini, pohon bernama Latin Lagerstroemia itu memang sedang mekar-mekarnya. Tanaman jenis perdu itu dikenal sebagai peneduh sekaligus penghias. ’’Abadikan diri sebentar saja. Tak berani lama-lama, masih musimnya korona,’’ lanjut perempuan yang mengajak serta suami dan dua anaknya tersebut.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Madiun Maidi kerap berburu bunga untuk semakin mempercantik tata kota. Seperti yang dilakukannya saat gowes pekan lalu. Pohon hias itu menjadi satu bagian aksesori dari grand design Pahlawan Street Center (PSC). ‘’Kami rehat sejenak menikmati kuliner soto. Dalam perjalanan, tidak lupa kami berburu bunga untuk mempercantik balai kota,’’ tulis wali kota di akun Instagram-nya. (kid/c1/fin)

Ekstra Pohon Berbunga Butuh Perawatan

TANPA perawatan yang baik, tabebuya tak bisa dinikmati keindahannya. Setahun terakhir, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun melakukan perawatan ekstra setiap harinya.

Untuk penyiraman seluruh pohon di kota, disperkim mengerahkan 105 tenaga upah dan menyiapkan 80 ribu liter air setiap harinya. Adapun perawatan tiap jenis pohon menyesuaikan karakternya. Semisal, pemberian pupuk untuk bugenvil dengan bungur tidaklah sama. ‘’Ada yang cukup disemprot pakai pupuk anorganik, ada yang dicampur air. Yang tidak tahan air pakai pupuk cair. Jadi, menyesuaikan kebutuhan,’’ kata Jumakir, kabid Pertamanan, Permakaman, dan Penerangan Jalan Umum Disperkim Kota Madiun.

Perawatan enam ribuan pohon yang tersebar di tiap sudut kota tak boleh terlewat setiap harinya. Di Jalan Yos Sudarso dan Basuki Rahmat saja, tak kurang 1.500 pohon. Kebutuhan air untuk tanaman di musim kemarau ini meningkat. Setiap harinya disiapkan lima truk tangki berkapasitas 4 ribu liter. Satu truk diisi empat kali tiap beroperasi. Sehari saja tidak disirami, berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. ‘’Penyiraman wajib dilakukan tiap malam, 80 ribu liter air sehari untuk bunga di seluruh taman kota,’’ ungkapnya.

Pemberian pupuk diberikan secara berkala menyesuaikan karakter tanaman. Pupuk cair diberikan sore sebelum matahari terbenam. Khusus tanaman berbunga yang memiliki daun menggunakan pupuk organik dan anorganik. Setiap pekannya juga diaplikasikan gandasil bunga dengan total kebutuhan 4 kilogram. Zat perangsang bunga itu menghabiskan satu liter setiap pekannya. Pun, tiga bulan sekali diaplikasikan pupuk mutiara dengan total kebutuhan 1 kuintal. Pengamatan hama dan penyakit untuk kendali juga setiap hari. ‘’Yang baru ditanam itu sangat rawan. Kalau sudah mulai tumbuh daun, dilakukan pengamatan hama dan penyakit setiap harinya,’’ terang Jumakir. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button