Ngawi

Waduh, 177 Anak di Ngawi Putus Sekolah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kondisi dunia pendidikan di Ngawi masih menyisakan pilu bagi anak usia sekolah. Di mana sebanyak 177 anak lulusan SD dan SMP sederajat tahun pelajaran 2020/2021 diketahui tak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. ‘’Masih ada anak putus sekolah di Ngawi,’’ kata Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Fachrudin, Kamis (23/9).

Seratusan anak putus sekolah itu hasil pendataan dindik menjelang tahun pelajaran 2021/2022. Dari 9.436 anak lulusan SD, 29 di antaranya tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Sedangkan untuk lulusan SMP, 148 dari total 7.738 anak tidak meneruskan ke jenjang pendidikan menengah atas. ‘’Terbanyak anak SD putus sekolah berasal dari Kecamatan Karanganyar dengan sembilan anak,’’ ungkapnya.

Fachrudin menyebut, hanya enam dari 19 kecamatan yang anak lulusan SD-nya melanjutkan ke SMP sederajat. Kecuali Kecamatan Karanganyar, jumlah yang putus sekolah di rentang satu hingga tiga anak per kecamatan. ‘’Persentasenya 0,31 persen,’’ sebutnya.

Menurut Fachrudin, ekonomi bukan semata pemicu anak putus sekolah. Melainkan karena memang keputusan anak itu sendiri. Sebagian di antara mereka memilih bekerja untuk mendapatkan penghasilan pribadi dan membantu orang tua. Bahkan, ada juga yang memutuskan untuk menikah dini. ‘’Rendahnya kesadaran orang tua untuk selalu mendukung anaknya menimba ilmu juga berpengaruh,’’ tuturnya. (tr3/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button