Advertorial

Wabup dan Petani Gropyokan Tikus

Pasang TBS Lebih Aman dan Efektif

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi terus menggalakkan sosialisasi pengendalian hama tikus yang aman dan manusiawi. Rabu (13/1), misalnya, Wakil Bupati (Wabup) Ony Anwar bersama jajaran forkopimda, dinas pertanian, PLN, pemdes, dan gabungan kelompok tani (gapoktan) menggelar gropyokan tikus di area persawahan Desa Jatirejo, Kasreman.

Dengan bantuan alat pengemposan dan pemukul dari bambu, puluhan ekor tikus berhasil ditangkap dalam gropyokan itu. ‘’Ini upaya konkret pemkab menyosialisasikan larangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik dengan memberikan contoh secara langsung di lapangan melalui cara gropyokan bersama-sama,’’ kata Ony.

Gropyokan tikus yang dilakukan secara serentak di 19 kecamatan kemarin dapat mengakhiri penggunaan jebakan listrik yang telah memakan cukup banyak korban jiwa. ‘’Para petani harus menggunakan strategi yang benar dan cara yang aman dalam membasmi hama tikus,’’ imbuhnya.

Ony menyebutkan, ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk membasmi hama tikus. Mulai pengemposan, pemasangan trap barrier system (TBS), hingga melepaskan predator alami seperti burung hantu. Pengemposan dengan menabur bubuk belerang ke lubang sarang tikus dan dibakar dengan bantuan tabung gas cukup efektif membuat tikus mabuk dan keluar kandang.

Begitu juga pemasangan TBS atau sistem bubu perangkap. Cara itu terbukti efektif menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus-menerus sejak awal tanam sampai panen. ‘’TBS cukup mudah untuk dilakukan, yaitu dengan cara menyediakan tanaman perangkap sebagai umpan penarik, lalu membuat pagar plastik untuk mengarahkan tikus masuk perangkap, serta pemasangan bubu sebagai alat penangkap dan penampung tikus,’’ paparnya.

Dia berharap, gropyokan kali ini tidak sekadar menjadi acara seremonial. Melainkan dilakukan berkesinambungan agar hama tikus benar-benar dapat dikendalikan. Sehingga, upaya mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bisa terealisasi. (mg3/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button