Madiun

Volume Kendaraan Meningkat Signifikan, Tiap Persimpangan Dikepung Kepadatan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jika tidak ingin terjebak macet, pintar-pintarlah mencari jalan pintas. Kepadatan volume kendaraan memasuki liburan Natal dan tahun baru (Nataru) berlangsung sejak Selasa-Rabu (24-25/12). Kondisi itu diperkirakan berlanjut hingga berakhir masa pergantian tahun.

Dua hari terakhir, sejumlah ruas jalan di kota ini mulai dikepung kepadatan lalu lintas. Volumenya meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Antrean panjang hampir menyebar di seluruh persimpangan. Jalur di Jalan Pahlawan, misalnya, hanya dapat dilintasi dengan kecepatan tak lebih dari 20 km/jam. Terutama di perempatan Tugu Pecel ke selatan. Melewati depan Balai Kota Madiun, Plaza Madiun, Lawu Plaza, hingga perempatan tugu. Pembelahan jalan yang dilakukan dishub sejak empat hari lalu tak mengurangi kepadatan. Pengendara tetap harus bersabar saat melewati kepadatan lalu lintas.

Kekesalan diungkapkan Daru Cahyono. Seorang pengendara yang melintas di Jalan Pahlawan. Pemasangan tali di tengah jalan itu dirasa merepotkan. ‘’Karena ada tali di tengah jalan, kalau sudah di lajur kiri ya harus di kiri terus. Agak susah kalau masuknya dari Jalan Perintis Kemerdekaan,’’ kata Daru.

Titik kemacetan parah terpantau di perlintasan kereta api Sukosari. Dishub sampai mengklaim Jalan Basuki Rahmat itu sebagai kawasan terpadat. Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk memecah kepadatan lalu lintas. ‘’Hari biasa saja selalu macet,’’ ujar Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rasidi.

Sebab, lebar ruas jalan yang dua hari lalu terjadi kecelakaan tunggal itu tidak sebanding dengan volume kendaraan. Ditambah adanya perlintasan kereta api di penggal jalan tersebut. Jalan itu juga menjadi titik temu pengendara yang melintas di Jalan Sri Rejeki. ‘’Karena itu kami pasangi water barrier,’’ ungkapnya.

Pemasangan water barrier nyatanya juga tak cukup membantu mengurai kepadatan arus di jalan tersebut. Justru membuat lebar ruas jalan terlihat sempit. Apalagi di ruas itu dilewati truk besar dan bus jurusan Ponorogo. ‘’Mulai besok (hari ini, Red) kami tempatkan personel di titik itu,’’ sambungnya.

Antrean panjang juga terjadi di beberapa jalan protokol lain. Seperti di Jalan dr Sutomo, proliman Diponegoro, perempatan Te’an, Jalan Thamrin, dan pintu masuk Kota Madiun sebelah barat.

Tujuh Hari Tersisa 2.129 Kursi

VOLUME penumpang kereta api di Stasiun Madiun mulai meningkat. Peningkatan berlangsung secara bertahap sejak awal masa angkutan Natal dan tahun baru (Nataru), Kamis lalu (19/12).

Manajer Humas Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko memperkirakan lonjakan terus berlangsung hingga masa angkutan Nataru berakhir. Bahkan, peningkatan tahun ini lebih tinggi dari tahun lalu. ‘’Mulai 19-24 Desember, penumpang berangkat mencapai 94.218. Penumpang datang atau turun mencapai 101.965,’’ sebutnya.

Merunut tanggal yang sama di tahun lalu, penumpang berangkat mencapai 91.618. Sementara penumpang turun mencapai 97.048. Khusus di Stasiun Madiun per 24 Desember, penumpang berangkat 2.592 dan penumpang turun 3.189. ‘’Itu rekapitulasi dari seluruh stasiun di lingkup Daop VII Madiun,’’ urainya.

Untuk ketersediaan tiket sampai Senin lalu (23/12), dari tempat duduk selama 18 hari masa angkutan Nataru telah terjual 58.315 kursi. Sementara total tempat duduk selama Nataru mencapai 60.444 kursi. Sehingga masih ada sisa sekitar 4 persen atau 2.129 kursi. ‘’Jadi itu tiket yang tersisa untuk angkutan 25 Desember sampai akhir masa angkutan Nataru 5 Januari 2020 mendatang,’’ sebutnya.

Untuk tiket kereta api yang telah terjual habis meliputi KA Kahuripan, Brantas reguler, KA Anjasmoro, Brantas tambahan, dan Singasari. Untuk mengetahui grafik ketersediaan tiket selama Nataru, Ixfan menyarankan melihatnya langsung via aplikasi. ‘’Seluruh ketersediaan tiket dan jadwal perjalanan selalu update,’’ tuturnya.

Sedikitnya ada delapan perjalanan kereta tambahan yang dioperasikan. Meliputi KA 91F (Gajayana Fakultatif), KA 92F (Gajayana Fakultatif), KA 7017 (Matarmaja Nataru), KA 7018 (Matarmaja Nataru), KA 7015 (Brantas Nataru), KA 7016 (Brantas Nataru), KA 217F (Sancaka Fakultatif), dan KA 218F (Sancaka Fakultatif). Selama masa angkutan Nataru disiagakan 384 personel keamanan. Terdiri 104 Polsuska, 214 sekuriti, dan 66 bantuan eksternal dari TNI-Polri. ‘’Penumpang harus menjaga setiap barang bawaan,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button