Madiun

Volume Kendaraan Meningkat 75 Persen, Jalan Jawa Crowded

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jalan Jawa terdampak perubahan arus Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sulawesi. Jalan di depan kediaman mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto itu jadi superpadat. Pantauan Satlantas Polres Kota Madiun volume kendaraan naik 75 persen. Bahkan, kemacetan mengular hingga perempatan Tugu Pecel.

Butuh penanganan serius untuk mengurai kemacetan tersebut. Sebelum jalan protokol itu menyerupai Kota Bengaluru, India. Kecepatan kendaraan di kota paling crowded itu rata-rata hanya 9,2 kilometer per jam. ‘’Karena pengendara dengan tujuan Jalan Pahlawan mayoritas lewat Jalan Jawa,’’ kata Kasatlantas Polres Kota Madiun AKP Budi Cahyono Jumat (3/1).

Kemacetan parah terjadi di perempatan Tugu Pecel yang jadi titik temu. Baik dari barat Jalan Ahmad Yani maupun dari utara Jalan Pahlawan. Akibatnya, antrean kendaraan di Jalan Pahlawan khususnya depan Bank Mandiri menuju balai kota hingga pusat perbelanjaan mengular. ‘’Yang dari arah timur (Jalan Jawa) kesulitan saat hendak belok ke utara,’’ ujarnya.

Mengingat masih dalam tahap uji coba, dampak tersebut bakal jadi bahan kajian dalam rapat forum lalu lintas dan angkutan jalan (FLLAJ). Pihaknya bakal mengusulkan beberapa solusi alternatif untuk memecah kepadatan lalu lintas itu. ‘’Pertama, mengkaji ulang penataan parkir di Jalan Jawa,’’ tutur Budi.

Selama ini, kata dia, ada dua sisi parkir di jalan itu. Sehingga, karena volume kendaraan meningkat dan parkir memuat di dua sisi, lebar jalan semakin sempit. ‘’Parkir di kanan kiri jalan otomatis menghambat karena volume kendaraan meningkat drastis,’’ ungkapnya.

Menurut dia, penataan parkir di ruas jalan itu penting. Pertimbangan lain di jalan tersebut merupakan jalur zona selamat sekolah (ZoSS). Selain itu, ada empat titik rambu larangan parkir. Dua di depan SDN 05 Madiun Lor (Indrakila), satu titik di depan Bank Jatim, serta satu di depan bangunan baru tidak jauh dari tiga titik lain. ‘’Perlu pengalihan kantong parkir,’’ jelasnya.

Budi berharap solusi itu terjawab dalam FLLAJ sebelum perubahan arus di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sulawesi diterapkan permanen.  ‘’Kantong parkir dialihkan atau hanya satu sisi. Nanti akan kami bahas. Untuk dua sisi tidak memungkinkan,’’ sebutnya.

Alternatif kedua, Tugu Pecel digeser agak ke selatan. Dengan catatan tidak mengubah bentuknya. Sebab, tugu tersebut merupakan ikon Kota Madiun.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rasidi mengungkapkan bahwa malasah itu bakal dirapatkan. Sehingga, dia belum dapat berkomentar banyak. ‘’Masih akan  dirapatkan terkait tata parkir itu,’’ tulis Ansar singkat melalui pesan WhatsApp. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

  1. Kasih aja lampu merah ikuti isyarat lampu.. biar gak langsung belok kiri.. dari jalan Jawa.. dan larangan parkir didepan Bank Jatim utama yang jemput sekolah.. itu bikin macet.. solusinya ya cari tempat drop out, depan bp4 mungkin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close