Advertorial

Vaksinasi Perdana Aman tanpa Kendala

Target 70 Persen Penduduk Divaksin Covid-19

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Vaksinasi Covid-19 anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan tokoh masyarakat Magetan Kamis (28/1) baru awal dari babak baru penanganan korona. Bupati Suprawoto menarget setidaknya 70 persen dari total penduduk kabupaten ini bakal divaksin. ‘’Kami sesuaikan target nasional,’’ kata Kang Woto, sapaan bupati.

Kang Woto menjelaskan, persentase 70 persen asumsi dari warga yang memenuhi syarat disuntik serum antikorona. Target tidak bisa 100 persen karena ada warga lanjut usia (lansia) dan menderita penyakit berat. Siapa saja yang berhak menerima vaksin bakal dihimpun nama-namanya. ‘’Proses pendataan dan skrining,’’ ujarnya.

Vaksin perdana 10 anggota forkopimda dan tokoh masyarakat dilaksanakan di Pendapa Surya Graha. Antara lain, Sekda Hergunadi, Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana, Dandim 0804 Letkol Inf Ismulyono Tri Widodo, dan Kajari Ely Rahmawati. Juga, perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Catur Widayat, Satgas Penanganan Covid-19 Didik Setyo Margono, dan tokoh agama Muttakin.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac berlangsung satu jam mulai pukul 09.00. Setelah diobservasi setengah jam, petugas medis mendapati seluruh peserta tidak mengalami gejala efek samping. ‘’Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar,’’ ucap bupati yang tidak bisa divaksin karena terbentur persyaratan usia.

Kang Woto menerangkan, imunisasi darurat berlangsung dua tahap. Tahap pertama Januari sampai Maret dan kedua April hingga Juni. Bila tahap pertama menyasar tenaga kesehatan (nakes), yang kedua adalah petugas di kantor pelayanan publik. Terutama anggota TNI/Polri. ‘’Untuk tahap kedua kemungkinan datang 2.000 vaksin minggu depan,’’ ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa vaksinasi gratis bagi masyarakat. Akan tetapi, warga yang memiliki kontraindikasi dengan vaksin tidak bisa mengikutinya. Persoalan itu tidak menjadi masalah. Sebab, vaksinasi diharapkan bisa membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas. ‘’Ini (herd immunity, Red) yang kami dorong, meski tetap harus menerapkan protokol kesehatan,’’ tuturnya.

Sekda Magetan Hergunadi mengaku tidak mengalami gejala-gejala tertentu setelah divaksin. Dia menegaskan bahwa vaksin aman. Dua vaksinator asal Puskesmas Candirejo, yakni Diliyana dan Etik Rahmawati, mumpuni dalam bertugas. ‘’Kami yakin seluruh vaksinator di setiap puskesmas sudah terlatih,’’ ucapnya. (fat/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close