Madiun

Vaksinasi Pengajar Ponpes Belum Jelas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Vaksinasi Covid-19 giliran menyasar kalangan pendidik seiring rencana digelarnya pembelajaran tatap muka (PTM).

Di Kabupaten Madiun, ribuan guru dari jenjang PAUD hingga SMP dijadwalkan mendapat suntikan vaksin sampai 8 Maret mendatang. Lantas, bagaimana dengan pengajar pondok pesantren?

Pengasuh sekaligus pembina Ponpes Al Huda, Desa Sambirejo, Geger, Kiai M. Thohari Sholih, mengaku belum ada pemberitahuan masuk ihwal vaksinasi. Kendati demikian, dia menyebut bahwa pengajar ponpes perlu mendapat suntikan vaksin. Terutama ponpes jenis salafiah. ”Toh, ulama-ulama sudah menyatakan kalau vaksin itu halal dan aman,” kata Thohari, Jumat (5/3).

Dia menuturkan, terdapat 30 pengajar di ponpesnya. Kebanyakan warga sekitar. Sementara, santrinya mencapai 300 anak. Baik yang menetap maupun saban hari pulang. ”Tapi, kalau tidak kebagian jatah (vaksin) ya tidak apa-apa. Prinsipnya manut, mengikuti saja aturan pemerintah,” ujarnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button