Madiun

Vaksin Moderna Sepi Peminat, Target Dua Ribu, Baru 22 Tervaksin

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang lebih berat ketimbang jenis vaksin antikorona lain tampaknya membuat warga berpikir dua kali jika hendak disuntik Moderna. ‘’Antusiasme masyarakat umum tergolong rendah,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Selasa (31/8).

Djaka menuturkan, Kabupaten Madiun menerima kiriman 4.000 dosis vaksin Moderna. Jatah tersebut diperuntukkan 2 ribu masyarakat umum. Namun, hingga kini belum banyak warga yang bersedia pasang lengan untuk disuntik vaksin jenis itu. ‘’Baru 22 orang yang divaksin Moderna dosis pertama,’’ ungkapnya sembari menyebut interval penyuntikan dosis pertama dengan kedua adalah 28 hari.

Minimnya antusiasme masyarakat terhadap Moderna bukan tanpa alasan. Meski efektivitasnya mencapai 95 persen, jenis vaksin itu memiliki KIPI lebih berat. ‘’Efek vaksin Moderna antara lain nyeri dan demam cukup tinggi yang terjadi dua sampai tiga hari,’’ beber Djaka.

Rendahnya antusiasme masyarakat memaksa dinkes menerapkan pengelolaan khusus terhadap vaksin Moderna. Stok tidak didistribusikan ke puskesmas-puskesmas. Sebab, vaksin khusus untuk warga usia di atas 18 tahun itu mesti disimpan di gudang obat dinkes agar tidak cepat kedaluwarsa. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button