Pacitan

Vaksin Covid-19 Tak Teranggarkan

Daerah Tunggu Regulasi dan Road Map Pusat

PACITAN, Jawa Pos Radar PacitanRoad map program vaksinasi yang diusung pemerintah untuk membentuk kekebalan komunitas belum menyentuh pemerintahan di level daerah. Dibuktikan dengan belum tersedianya anggaran yang dialokasikan khusus untuk pengadaan vaksin Covid-19 tersebut pada tahun depan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Iman Darmawan mengaku pihaknya masih menunggu beleid alias kebijakan pemerintah pusat terkait rencana tersebut. Mulai dari jenis vaksin yang digunakan hingga penyusunan tahapan prioritas penerima vaksin. ‘’Besar kemungkinan kami pasti dapat (vaksin). Karena sudah ada pembagian dari pusat dan provinsi,’’ ujarnya Minggu (8/11).

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pemprov terkait finalisasi program vaksin Covid-19 yang sedang disusun oleh pusat. Selain itu, menyiapkan kapasitas SDM yang melibatkan beberapa jenis tenaga kesehatan, termasuk vaksinator. Dinkes juga menanti jejaring distribusi vaksin. ‘’Intinya kami sudah siap bila sewaktu-waktu vaksin dibagikan,’’ kata Iman.

Berdasarkan road map yang telah disusun oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, vaksinasi mempertimbangkan beberapa hal. Di antaranya, ketersediaan vaksin, penduduk, wilayah berisiko, serta tahapan dan indeks pemakaian. Peta jalan itu juga mencakup perkiraan skema platform vaksin dan sasaran klaster kelompok. Pun estimasi kebutuhan dan rencana pemberian vaksin.

Karena itu, menurut Iman, penggunaan vaksin Covid-19 tidak bisa dilakukan serampangan. Saat ini pihaknya masih menanti regulasi dari pemerintah pusat terkait pengadaan vaksin. ‘’Nanti juga ada prioritas pembagian, melihat dari jumlah penduduk sampai penyebaran virusnya. Jadi, kami belum bisa pastikan,’’ papar Dirut RSUD dr Darsono tersebut.

Sambil menunggu realisasi vaksin Covid-19, Iman meminta warga mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, status zona kuning yang saat ini disandang Pacitan tidak kembali berubah menjadi oranye. ‘’Kita jangan lengah. Terlebih penanganan yang sudah kami lakukan termasuk baik,’’ klaimnya.

Sementara, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan dr Johan Tri Putranto memastikan sosialisasi vaksin Covid-19 telah dilakukan bertahap oleh jajaran Kemenkes via webinar. Kondisi itu, menurutnya, adalah angin segar bagi masyarakat. ‘’Meskipun vaksin ada, serta sudah siap, masyarakat dan pemerintah tetap wajib mematuhi protokol kesehatan 3M sebagai upaya pencegahan primer,’’ tuturnya.

Johan mengungkapkan, vaksinasi masal sebelumnya pernah diterapkan oleh pemerintah untuk mengatasi wabah difteri. Namun, pihaknya tetap meminta vaksinasi mencapai efektivitas sebelum disuntikkan ke masyarakat. ‘’Kami tunggu bagaimana aturan mainnya dari pusat dan pemkab,’’ ujarnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button