NgawiPeristiwa

Usai Konsumsi Jamu Tradisional, Enam Warga Keracunan

NGAWI – Enam warga Dusun/Desa Cantel, Pitu, harus mendapat perawatan medis. Itu terjadi setelah mereka diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi jamu tradisional yang dibeli dari pedagang keliling.

Paur Humas Polres Ngawi Ipda Sapto Sumargono menjelaskan, keenam warga itu adalah Sumanto, 57; Supinah, 55; Sarwan, 49; Kasiran, 45; Sugeng, 50; dan Purwanto, 36. Awalnya mereka membeli jamu seduh cap tawon seharga Rp 6 ribu yang dijual Sulasih, 42, warga Kedunggalar.

Jamu itu selanjutnya dioplos dengan empon-empon, anggur hitam, dan beras kencur. Usai meminumnya, enam warga itu mengeluhkan gejala mirip keracunan. Yakni, mual, pusing, dan lemas. ‘’Bahkan, ada yang sampai muntah-muntah,’’ ungkap Sapto Senin (22/7).

Para korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Pitu. Setelah beberapa saat menjalani perawatan medis, tiga orang diperbolehkan pulang. ‘’Sedangkan Sumanto, Supinah, dan Sarwan akhirnya dirujuk ke RS Widodo karena kondisinya tak kunjung membaik,’’ tuturnya.

Usai mendapat laporan, petugas melakukan identifikasi dan meminta keterangan sejumlah saksi dan korban. Pun, mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, kemasan jamu untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium. ‘’Kami masih melakukan penyelidikan,’’ imbuh Sapto.

Dia meminta masyarakat berhati-hati saat membeli obat atau jamu yang dijual pedagang keliling. Selain memperhatikan faktor higienitas, harus memelototi tanggal kedaluwarsanya. Itu mengingat tak sedikit produk ilegal yang beredar di pasaran. ‘’Jangan mudah tergiur dengan khasiat yang ditawarkan,’’ imbaunya.

Ya, pada kemasan produk jamu yang diduga biang keracunan tersebut memang mencantumkan beberapa khasiat. Di antaranya, mengobati asam urat, wasir, dan kram. Juga disebut bisa menurunkan kolesterol, mengurangi rasa sakit saat menstruasi, dan menambah stamina.

Pada kemasan warna hijau tersebut juga terdapat gambar ginseng dan tawon layaknya produk-produk jamu berlisensi yang beredar di pasaran. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button