KriminalitasNgawi

Usai Aniaya Driver Ojol, Pengemudi Bentor Dipolisikan

NGAWI – Diduga gara-gara mengambil penumpang di dekat zona merah, seorang driver ojek online (ojol) menjadi sasaran amuk seorang pengemudi becak motor (bentor). Korban bernama Muhammad Parli akhirnya memilih melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi.

Nahas yang  menimpa Amri -sapaan akrab Muhammad Parli- terjadi Senin (1/7) sekitar pukul 06.30. Bermula saat pria asli Kalimantan itu mendapat orderan dari salah seorang penumpang di kawasan terminal lama.

Meski baru empat hari menjadi driver ojol, Amri telah mengetahui bahwa kawasan tersebut masuk zona merah. Karena itu, dia sengaja mengarahkan pengorder agar berjalan menuju zona aman untuk dijemput. ‘’Setelah di zona aman saya baru berani ambil penumpang itu,’’ ungkapnya saat ditemui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi.

Ternyata ada pengemudi bentor yang memergoki Amri saat menjemput calon penumpang itu. Tanpa basa basi, pengemudi bentor berinisial AN tersebut langsung menabrak motor Amri dengan bentornya. Tidak hanya itu, AN lantas mengambil besi gepeng di belakang bentornya, lalu memukuli kendaraan korban. ‘’Spontan saya bereaksi melindungi motor, tapi malah jadi sasaran pemukulan,’’ ungkapnya.

AN, kata Amri, juga sempat mengancam membakar motornya jika melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Kala itu tidak ada upaya yang bisa dilakukan Amri kecuali memfoto pelaku kekerasan terhadap dirinya serta motornya yang mengalami kerusakan parah bagian depan dan belakang. ‘’Saya langsung upload ke grup. Lalu, bersama komunitas kami melapor ke polisi,’’ ujarnya.

Ketua Paguyuban Grab Ngawi Joko Pramono menyayangkan tindakan yang dilakukan pengemudi bentor itu. Sebab, kata dia, selama ini sudah ada kesepakatan antara beberapa pihak mengenai kawasan zona merah tersebut.

Disepakati, jika ada pengemudi ojol yang melanggar, akan dicabut semua atributnya. Bila ingin beroperasi kembali, yang bersangkutan terlebih dulu harus membayar denda Rp 250 ribu. ‘’Tapi yang terjadi tidak seperti itu. Pelaku main hakim sendiri dengan memukul sepeda motor dan korban,’’ ungkapnya.

Harusnya, lanjut Joko, jika ada pengemudi ojol yang memasuki kawasan mereka, bisa ditindak sesuai kesepakatan bersama. ‘’Bukan malah memukulinya dan mengancam membakar motornya. Akhirnya kami laporkan atas tindak penganiayaan dan perusakan,’’ kata Joko.

Joko mengaku sudah mengetahui identitas pelaku yang menganiaya Amri. Pun, yang bersangkutan sebelumnya juga pernah melakukan kekerasan serupa ke pengemudi ojol lain. Bahkan, sempat melawan polisi. Namun, selama ini lolos dari jerat hukum lantaran dianggap memiliki gangguan jiwa. ‘’Kalau menurut kami saat melakukan kekerasan itu pasti sadar, makanya kami berharap bisa ditindak secara hukum,’’ pintanya.

Joko menambahkan, di Ngawi ada beberapa zona yang diharamkan bagi pengemudi ojol mengambil penumpang. Di antaranya, terminal lama, kawasan Siliwangi, terminal baru, serta jembatan Tok Walik. ‘’Daripada terjadi hal seperti ini lagi, lebih baik ambil penumpang di zona aman saja,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Ngawi Iptu Parasito membenarkan adanya laporan dari pengemudi ojol terkait penganiayaan dan perusakan tersebut. Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani unit IV satreskrim polres setempat. ‘’Nanti akan kami sampaikan jika sudah ada tindaklanjutnya,’’ ujarnya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close