News

Usaha Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Pemanasan Global Adalah

×

Usaha Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Pemanasan Global Adalah

Share this article

Usaha Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Pemanasan Global Adalah – Kata yang Anda cari ada di buku ini. Untuk konten yang lebih bertarget, klik di sini untuk melakukan pencarian teks lengkap.

Kompetensi Dasar : Tujuan Pembelajaran : 3.8.1. Menjelaskan pengertian pemanasan global 3.8.2. Analisa faktor penyebab terjadinya pemanasan global. 3.8.3. Analisis dampak pemanasan global 3.8.4. Menganalisis upaya mengurangi dampak pemanasan global. Tujuan Pembelajaran : 1. Setelah melakukan kegiatan diskusi dan tinjauan literatur, siswa mampu menjelaskan dengan benar pengertian pemanasan global. 2. Melalui diskusi dan penelitian literatur, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dengan tepat faktor-faktor penyebab pemanasan global. 3. Melalui diskusi dan penelitian literatur, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis secara akurat dampak pemanasan global. 4. Setelah melakukan diskusi dan mempelajari literatur, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis upaya pengurangan dampak pemanasan global secara tepat. Pedoman Belajar: A. Bagi Siswa Mohon perhatikan pedoman berikut untuk membantu Anda memahami penggunaan buku teks ini. 1) Gejala pemanasan global, dampak pemanasan global, solusi pencegahan pemanasan global dan hasil perjanjian global internasional. 2) Membaca berbagai informasi tambahan yang disertakan dalam kegiatan pembelajaran ini. Dengan kata lain, “Ayo berkunjung!” Fitur tersebut meliputi alamat website yang dapat dikunjungi siswa untuk menambah informasi mengenai pemanasan global.

Usaha Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Pemanasan Global Adalah

3) Diskusikan latihan-latihan dalam buku teks ini dengan teman-temanmu di luar kelas. Hasil diskusi dapat disampaikan kepada guru pada pertemuan berikutnya. 4) Membuat peta konsep berdasarkan materi yang dipelajari. B. Bagi guru Dalam semua kegiatan pembelajaran, guru harus: 1) Membantu siswa mempersiapkan diri untuk melakukan kegiatan belajar. 2) Mempermudah kegiatan belajar siswa. 3) Menciptakan suasana pembelajaran yang merangsang, kolaboratif, demokratis dan dinamis. 4) Menjadi mediator atau menawarkan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. 5) Mengevaluasi dan mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran. Pendahuluan Halo, semoga berhasil! Bagaimana kabar anak-anak Indonesia? Pernahkah Anda mendengar tentang pemanasan global, atau disebut juga pemanasan global? Atau pernahkah Anda mendengar istilah efek rumah kaca? (Bukan nama bandnya…) Atau pernah dengar ada lubang di lapisan ozon? Menurut Anda apa penyebabnya? Dan apa dampaknya terhadap kehidupan manusia dan planet ini? Hmm….lihat gambar berikutnya.

Pertanyaan Yang Sesuai Dengan Isi Paragraf Kedua Adalah… A. Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya

Anda mungkin pernah mendengar tentang banjir rob, bukan? Pada pembahasan kali ini kita akan mempelajari dampak pemanasan global terhadap bumi. Mari belajar!!! Salam dan semoga berhasil!

Baca Juga  Permainan Bola Basket Dimainkan Oleh ... Tim

Deskripsi Data A. Pemanasan Global Apa itu pemanasan global? Mungkin itu hanya sekedar “menghangatkan tolol”. Ugh, itu buruk sekali! Pemanasan global merupakan fenomena dimana ekosistem bumi menjadi tidak seimbang akibat proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi, lautan, dan daratan. Pemanasan global merupakan suatu proses yang ditandai dengan peningkatan suhu atmosfer, lautan, dan daratan. Sebagai referensi, selama 100 tahun terakhir, suhu rata-rata global di permukaan bumi telah meningkat sebesar 0,74 ± 0,18 °C (1,33 ± 0,32 °F). Memang benar bumi semakin panas. B. Penyebab Pemanasan Global Apa sebenarnya penyebab bumi memanas? Mengapa suhu global meningkat? Nah berikut ini penyebabnya: 1. Efek Rumah Kaca Pemanasan Global Efek Rumah Kaca Karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan dari aktivitas di bumi seperti respirasi dan pembakaran bahan bakar menutupi bumi. Karena konsentrasinya yang begitu tinggi, CO2 tampak seperti kaca yang menutupi permukaan bumi. Ayo berkunjung! Pindai kode batang berikut untuk melihat informasi ozon.

Selain karbon dioksida, sulfur dioksida (seperti CO2) dan metana juga mengelilingi bumi. Mirip dengan sifat kaca, gas yang melapisi kaca memantulkan radiasi infra merah dari matahari, yang kemudian harus dipantulkan kembali ke luar angkasa. Sinar infra merah terperangkap di dalam tanah. Lalu apa jadinya jika sinar infra merah ada dimana-mana di bumi? Seperti yang Anda lihat, cahaya inframerah memiliki panjang gelombang 760 nm hingga 1000 µm dan frekuensi 30 GHz hingga 40.000 GHz. Tahukah kamu? Benda panas diduga memancarkan gelombang panas berupa gelombang infra merah akibat getaran atom dan molekul. Oleh karena itu, radiasi infra merah sering disebut radiasi termal. Faktanya, efek rumah kaca bermanfaat bagi negara kita dalam hal pasokan panas. Tanpa adanya efek rumah kaca, bumi akan diselimuti oleh suhu dingin. Dapatkah Anda membayangkan bumi menjadi dingin? Dengan suhu rata-rata 15°C (59°F), bumi sebenarnya menjadi 33°C (59°F) lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi hanya akan -18°C dan es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Efek ini menghangatkan bumi, namun jika kadarnya berlebihan mengakibatkan pemanasan global. Pindai kode batang berikut untuk informasi tentang penyebab efek rumah kaca. Ayo berkunjung! Pindai kode batang berikut untuk informasi tentang penyebab efek rumah kaca.

2. Efek umpan balik Selain efek rumah kaca, efek umpan balik juga mempengaruhi pemanasan global. Wah feedbacknya kaya nonton bola. Umpan baliknya di sini misalnya penguapan air. Selain karbon dioksida, uap air juga dihasilkan selama proses pemanasan. Contoh reaksi pembakaran hidrokarbon antara lain: CxHy + O2 → CO2 + H2O Jadi H2O, yaitu air, terbentuk. Karena efek rumah kaca dari karbon dioksida, semakin hangat cuaca, semakin banyak uap air yang naik ke atmosfer. Uap air sendiri jelas mempunyai efek rumah kaca, sama seperti gas CO2. Pemanasan terus menerus secara terus menerus meningkatkan jumlah uap air hingga akhirnya tercapai konsentrasi kesetimbangan uap air. Efek rumah kaca yang disebabkan oleh penguapan air dikatakan lebih besar dibandingkan dengan CO2 yang menghasilkannya. Aneh kan kalau airnya banyak jadi terasa lembap? Ya, kelembapan meningkat, namun meskipun terdapat lebih banyak air dan kelembapan meningkat, kelembapan relatif tetap hampir konstan dan bahkan menurun seiring dengan menghangatnya udara. Mengingat CO2 ada di atmosfer rumah tangga dan memiliki masa hidup yang panjang, durasi putaran umpan baliknya lambat. Putaran umpan balik lainnya terjadi karena penguapan awan. Jika dilihat dari bawah, awan tampak memantulkan radiasi kembali ke permukaan sehingga meningkatkan efek pemanasan. Namun tampilannya berbeda dengan yang di atas. Jika dilihat dari atas, awan tampak meredam panas dan memberikan efek pendinginan dengan memantulkan kembali radiasi infra merah ke angkasa. Jadi ingat

Baca Juga  Daerah Manakah Yang Tidak Dialiri Sungai Siak

Cara Mudah Ini Dapat Mencegah Penipisan Lapisan Ozon

Lagu Ariel Noah “Aku bisa melihat di balik awan, aku bisa melihat di balik hujan!” Wah, lagu ini sangat cocok untuk memberikan feedback mengenai efek awan dan penguapan air. Ariel mungkin menulis puisi ini setelah mengetahui penyebab pemanasan global. Sekarang mari kita serius. Terjadinya penguapan awan dalam bentuk pemanasan atau pendinginan bergantung pada beberapa hal, seperti jenis dan ketinggian awan. Dampak selanjutnya adalah es kehilangan kemampuannya memantulkan cahaya. Ketika pemanasan global terjadi, es di kutub mencair. Ironisnya, semakin lama berlangsung, semakin cepat pembayarannya terjadi. Saat es mencair, tanah atau air di bawahnya akan terlihat. Saat tertutup es, es akan memantulkan cahaya, namun saat daratan atau perairan terbuka, daratan dan air akan memantulkan cahaya lebih sedikit dibandingkan es. Kedua bagian ini lebih cenderung menyerap panas matahari, sehingga mengakibatkan peningkatan pemanasan dan pencairan serta pencairan kembali es. Umpan balik tidak selalu negatif. Ada juga sisi positifnya. Umpan balik positif terjadi karena ketika tanah beku (permafrost) melunak, gas CO2 dan CH4 atau metana dilepaskan. Proses ini merupakan mekanisme lain yang juga berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang mencair juga melepaskan CH4 yang jelas menimbulkan feedback positif. Ketika suhu meningkat, kapasitas penyerapan karbon di laut menjadi kurang optimal. Mengapa? Hal ini mengakibatkan pertumbuhan diatom akibat penurunan tingkat trofik di zona mesik.

Jumlah ini terbatas dibandingkan dengan fitoplankton, yang menyerap karbon dalam jumlah rendah. 3. Perubahan Matahari Pertama, mari kita cari tahu perubahan Matahari. Perubahan matahari merupakan perubahan jumlah energi radiasi yang dipancarkan matahari. Perubahan matahari dipengaruhi oleh siklus matahari 11 tahun (siklus titik merah) serta fluktuasi non-periodik lainnya. Ada dugaan bahwa perubahan matahari akibat masukan awan telah berkontribusi terhadap pemanasan saat ini. Pemanasan global disebabkan oleh perubahan sinar matahari, sedangkan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah peningkatan aktivitas matahari akibat perubahan sinar matahari. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan suhu stratosfer, sedangkan efek rumah kaca menurunkan suhu stratosfer. Pendinginan stratosfer ini sebenarnya telah diamati sejak tahun 1960. Peristiwa ini tidak mungkin terjadi jika aktivitas matahari berkontribusi. Lapisan ozon yang menipis juga berkontribusi terhadap pendinginan. Kombinasi perubahan matahari dan aktivitas gunung berapi tampaknya memberikan efek pemanasan sejak era pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan setelah tahun 1950. Diperkirakan matahari bertanggung jawab atas 45-50% aktivitas gunung berapi. Dari tahun 1900 hingga 2000, suhu rata-rata global meningkat sekitar 25 hingga 35 persen dari tahun 1980 hingga 2000. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa sensitivitas iklim terhadap pengaruh matahari semakin meningkat.

Baca Juga  Tujuan Manusia Memanfaatkan Sumber Daya Alam Dalam Kehidupan Sehari-hari Adalah

Namun, sebagian besar pemanasan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh gas rumah kaca. Beberapa ilmuwan percaya bahwa tingkat cahaya yang dihasilkan oleh siklus matahari hanya meningkat sedikit, sekitar 0,07%, selama 30 tahun terakhir. Dengan jumlah yang kecil, dampaknya tampaknya terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemanasan global. Faktanya, penelitian Lockwood dan Fröhlich menunjukkan bahwa tidak ada pemanasan global atau perubahan matahari sejak tahun 1985. Pada kenyataannya, tidak ada korelasi melalui perubahan keluaran matahari atau perubahan sinar kosmik. Seperti yang kita ketahui saat ini, terdapat berbagai proses penyebab terjadinya pemanasan global yang dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di Bumi. Hal ini juga dijelaskan

Usaha yang dapat dilakukan dirumah, faktor terjadinya pemanasan global, sebutkan tiga upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit pada sistem reproduksi, penyebab terjadinya pemanasan global adalah, apa upaya yang dapat dilakukan untuk menekan terjadinya pemanasan global, bagaimana terjadinya pemanasan global, mencegah pengapuran tulang dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung, cara mencegah terjadinya pemanasan global, upaya manusia mencegah terjadinya pemanasan global adalah, usaha mencegah pemanasan global, pemanasan global adalah, solusi untuk pemanasan global