Ngawi

Usaha Menghindari Penyekatan Petugas, Banyak Pemudik Minta Turun di Tol

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Penyekatan yang diberlakukan oleh petugas di jalur tol ternyata tak membuat para pemudik ciut nyali. Mereka tetap nekat kembali ke kampung halamannya dengan menggunakan bus carteran dan minta diturunkan di tengah perjalanan.

Modus itu belakangan terungkap di jalur tol Ngawi. Petugas mendapati ada pemudik yang sengaja minta diturunkan di rest area tol. Hal tersebut mereka lakukan untuk menghindari pemeriksaan petugas di check point pintu tol. ‘’Sepertinya itu jadi modus baru pemudik agar tidak disuruh putar balik,’’ kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono Rabu (29/4).

Bahkan, pihaknya mengendus ada modus lain yang dilakukan pemudik untuk mengakali penyekatan. Seperti minta diturunkan di tepi jalan tol dan di flyover yang berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk. Contohnya di jalan layang Desa Ngale, Kecamatan Paron.

Kepada petugas, pemudik itu mengaku dari Bengkulu dan ingin mudik ke Nganjuk. Supaya tidak diminta putar balik ketika di lokasi check point, mereka turun di tepi jalan tol. ‘’Begitu turun dari kendaraan, tinggal lompat pagar sudah bebas. Mereka bisa kontak travel atau rental, minta dijemput,’’ ungkap Kanang.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian menyikapi persoalan tersebut. Kanang minta disiapkan beberapa pos pemantauan di sepanjang jalan bebas hambatan itu. ‘’Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian. Karena kalau sudah diturunkan di tengah perjalanan seperti itu tentu susah juga,’’ ujarnya.

Kanang menyarankan adanya pemeriksaan identitas terhadap penumpang bus dan warga lainnya yang lewat tol. Hal itu dilakukan untuk menghindari pemudik yang berniat turun di tengah perjalanan. ‘’Saya yakin kalau ada pemudik pasti ketahuan,’’ katanya.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto menyatakan, pemeriksaan kendaraan yang lewat di exit tol Ngawi dan perbatasan Mantingan-Sragen diperketat. Truk dan mobil boks yang lewat distop dan diperiksa muatannya. ‘’Karena ada informasi kalau pemudik memanfaatkan jasa truk dan mobil boks menumpang balik ke kampung halaman,’’ katanya.

Sementara dalam operasi penyekatan di check point pintu tol Ngawi Rabu (29/4), petugas sempat mendapati rombongan pemudik dengan naik bus tujuan Tulungagung yang menolak putar balik. Alasannya karena para penumpang sudah hampir sepekan tertahan di Jakarta akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ‘’Saya sudah berhari-hari tertahan di Jakarta, tidak boleh pulang,’’ ujar Rendra Permana, sopir bus tersebut.

Dia sangat berharap bisa lewat check point. Karena menurut pengakuan Rendra, istrinya akan melahirkan. (tif/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close