Madiun

Urai Crowded Perlintasan Sukosari: Flyover, Underpass, atau Satu Arah

Sementara Dipasang Road Barrier

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kemacetan di pintu perlintasan kereta api (KA) Sukosari, Kota Madiun, sulit dihindari pada jam-jam tertentu. Kondisi itu diperparah crossing kendaraan dari Jalan Sri Rejeki yang akan menuju Jalan Sari Mulya maupun sebaliknya.

Untuk mengurai keruwetan itu, dinas perhubungan (dishub) setempat dan Satlantas Polres Madiun Kota merekayasa lalu lintas. Selain memasang road barrier atau pembatas jalan, perubahan arus lalu lintas bakal dicoba di titik tersebut. ‘’Secepatnya kami kaji,’’ kata Kadishub Kota Madiun Ansar Rosidi Jumat (6/12).

Menurut Ansar, yang berat adalah konflik sosialnya jika dibuat satu arah. Agar masyarakat tidak kaget, sosialisasi dilakukan bertahap. Sehingga masyarakat punya waktu mengubah kebiasaan lewat pintu perlintasan KA. Terutama mereka yang tinggal atau bekerja di sekitar jalan yang terkena rekayasa lalu lintas tersebut.

Kasat Lantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono menawarkan sejumlah opsi untuk mengatasi crowded di Sukosari tersebut. Yakni, membangun flyover atau underpass. Merekayasa dengan road barrier yang sudah dilaksanakan. Kemudian mengubah arus lalu lintas jadi satu arah. ‘’Bisa saja dibuat satu arah (Jalan Basuki Rahmat–Jalan S. Parman),’’ ujarnya.

Senada dengan Ansar, Budi menyebut perlu kajian mendalam untuk menerapkan opsi-opsi tersebut. Karena berkaitan dengan sisi sosial dan ekonomi. Selain itu, diperlukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). ‘’Semuanya masih dikaji,’’ ungkapnya.

Dari sisi lebar jalan, Budi menilai pintu perlintasan KA Sukosari tidak laik. Yakni, kurang dari 10 meter. Sehingga, kendaraan menumpuk di perlintasan itu. Apalagi ketika ada kereta api lewat. Antrean kendaraan mengular dua sampai tiga kilometer. ‘’Perlu pendalaman lebih lanjut dari kami, dishub dan BBPJN. Harus dianalisis bersama untuk mencari solusinya,’’ tuturnya.

F. Bagus Panuntun, anggota Komisi II DPRD Kota Madiun, menyebut bahwa lalu lintas di sekitar pintu perlintasan KA Sukosari makin crowded. Sebab, jumlah kendaraan dari empat jalan berbeda di titik tersebut terus meningkat. Belum lagi, jadwal KA yang melintas bertambah seiring beroperasinya double track atau jalur ganda. ‘’Yang pasti harus dikaji dulu apakah memungkinkan untuk mengurai kepadatan itu dengan rekayasa lain,’’ kata

Menurut dia, rekayasa yang diberlakukan saat ini belum mampu mengatasi keruwetan. Sehingga, perlu dicari solusi lain. Misalnya merealisasikan pembangunan ring road timur atau mengubah arus lalu lintas jadi satu arah. ‘’Kajian sangat diperlukan,’’ tegasnya.

Sebelumya, Satlantas Polres Madiun Kota sempat menganalisis volume kendaraan di simpang empat Sukosari. Hasilnya, selama 60 detik sebanyak 220 kendaraan roda dua melintas. Dalam rentang yang sama, tercatat 105 unit kendaraan roda empat atau lebih yang melintas. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close