Madiun

Upaya Redam Kenaikan Harga LPG Melon

MADIUN – Mencegah kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) melon Pertamina Madiun menambah stok hingga 23.000 tabung se-eks karesidenan Madiun. Itu disampaikan oleh Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dihadapan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Madiun. ’’Prediksi sampai Lebaran nanti kenaikan permintaan 7-9 persen,’’ kata Operation Head (OH) TBBM Madiun Imran Jamil ditemui Radar Madiun Selasa (28/5).

Imran mengatakan, pada hari-hari normal penjualan tabung gas sekitar 30 metric ton se-eks Karesidenan Madiun. Belum lagi tambahan dari area Caruban sejumlah 60 metric ton (MT). Pertamina Madiun ini menerima supply dari Surabaya setiap harinya. Kemudian  tersebar di sejumlah agen dan minimarket. ’’Supply kita dari Surabaya pakai tangki bulat itu day to day. Baik untuk LPG yang melon atau pink,’’ paparnya.

Mencegah kelangkaan tabung gas ini juga mencegah lonjakan harga tabung gas di pasaran. Dia meyakini, tambahan ribuan tabung gas tersebut dapat meredam kenaikan harga. Pihaknya, bakal melakukan koordinasi lintas fungsi terutama ke pengusaha terkait kondisi wilayahnya masing-masing untuk meninjau secara langsung harga tabung gas. ’’LPG jarang turun tapi naik karena kebutuhan masyarakat juga naik signifikan. Kalau sampai terjadi disparitas harga yang lumayan (tinggi) kalau berkenan ada operasi nanti. Harapannya tidak sampai gejolak,’’ ujarnya.

Ini sebagai upaya menecegah kenaikan harga. Sebab, dalam kunjungan forkompimda Selasa kemarin (28/5) soal  harga inilah yang menjadi bahan pertanyaan dari Wali Kota Madiun Maidi. Dihadapan Maidi,  dia menjelaskan, jika pangkalan LPG yang terafiliasi dengan agen resmi dari Pertamina sesuai aturan wajib menjual LPG sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Yakni, Rp 16.000. Apabila, ditemukan pelanggaran pangkalan yang menjual di atas harga diatas HET bakal dikenai sanksi adminstrasi sampai dengan dicabut izin usahanya. ’’Untuk LPG sudah aman (stok),kami akan selalu update, juga dengan agen dan pangkalan dari masing-masing pemda,’’ paparnya.

Dia menambahkan, untuk bahan bakar minyak ketahanan stok setiap produk BBM hanya lima hari. Pihaknya intens menjalin komunikasi dengan KAI memastikan tidak ada kendala. Sebab, satu-satunya akses pertamina menerima supply BBM dari TBBM Rewulu, dan TBBM  Surabaya melalui kereta api minyak ketel. ‘’KAI siapin loko dan ketel ini stand by. Satu-satunya hanya lewat ketel. Per hari ada 60 ketel masuk malam (masuk TBBM) selesai (pengisian) pagi,’’ pungkasnya. (dil/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button