Ngawi

Krisis Irigasi Pertanian, Petani Ramai-Ramai Beralih Menanam Tembakau

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Krisis air untuk irigasi pertanian di musim kemarau memaksa sejumlah petani di Ngawi banting setir objek bercocok tanam. Tembakau menjadi pilihan favorit lantaran tak membutuhkan banyak air. Apalagi, nilai ekonomi komoditas itu terbilang tinggi.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Marsudi mengatakan, saban kemarau luasan lahan tembakau di Ngawi terus meningkat. Jika pada 2017 hanya terdapat 1.200 hektare tembakau, tahun berikutnya naik menjadi 1.700 hektare. Sementara, pada musim kemarau tahun ini sudah menyentuh angka 3.400 hektare. ‘’Bahkan, banyak petani tembakau yang berharap hujan tidak segera turun,’’ ujar Marsudi Minggu (4/8).

Marsudi menyebut, sebaran petani tembakau terkonsentrasi di wilayah Ngawi timur. Kecamatan Karangjati, misalnya, hampir 50 persen petani setempat saat ini menanam tembakau. Disusul Padas dan Pangkur. ‘’Sekarang wilayah barat seperti Kedunggalar dan Paron juga mulai banyak tanaman tembakau,’’  ungkapnya.

Varietas tembakau yang ditanam, kata dia, didominasi jenis rajangan Madura dan lokal. Dua jenis tersebut paling diminati lantaran sejumlah kelompok tani telah menjalin kerja sama dengan pabrik rokok. ‘’Kalau sudah ada MoU (memorandum of understanding, Red) tentu semakin menguntungkan,’’ paparnya.

Marsudi menambahkan, meski tembakau menjadikan keuntungan menggiurkan, tiga tahun silam para petani Ngawi nyaris gagal panen. Cuaca tak menentu kala itu membuat kualitas tembakau yang dihasilkan buruk. Hujan yang mengguyur di masa panen mengakibatkan kadar nikotin dan gula dalam daun larut hingga harganya anljok.

Saliman, salah seorang petani tembakau asal Desa Weru, Karangjati, mengaku beralih ke tanaman tembakau sejak 2002 silam. Saban tahun dia menanam di lahan seluas 1-1,24 hektare. ‘’Tahun 2008 hasilnya jelek karena keburu turun hujan sebelum panen. Kalau kena hujan daunnya mengerut dan setelah dirajang juga susah keringnya,’’ ujarnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button