Mejayan

Upah Penjaga Portal OGS Terserah Desa

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemberlakuan one gate system (OGS) di Kabupaten Madiun kembali menjadi buah bibir. Kali ini soal upah penjaga portal akses keluar-masuk desa. Sebab, OGS merupakan unsur pendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro hingga jilid kedua ini.

‘’Mengenai OGS, teknis lapangan tergantung masing-masing pemdes (pemerintah desa),’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono Selasa (2/3).

Kasak-kusuk perbedaan upah penjaga portal OGS belakangan ini mengapung ke permukaan. Joko mafhum kondisi dan situasi tersebut. Berdasar pantauan lapangan, selama PPKM mikro plus OGS diterapkan, ada perbedaan upah antara satu desa dengan lainnya. ‘’Tidak ada batasan soal besaran, tapi bisa memakai bantras (bantuan transportasi) pemkab maksimal Rp 50 ribu per sif,’’ jelasnya.

Namun, bantras bukan patokan pasti upah penjaga portal OGS. Joko menegaskan bahwa ketentuan di tangan pemdes. Sebab, pemdes lebih memahami seluk-beluk wilayahnya. Contohnya, jumlah portal dan penjaga yang diperlukan. Pun, model sif yang diterapkan. ‘’Kewenangan ada di pihak desa, pemkab menyediakan ruang terkait penganggarannya,’’ ungkapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button