AdvertorialMadiun

Universitas PGRI Madiun Raih Dua Anugerah LLDIKTI Wilayah VII Jatim

Masuk Sepuluh Besar dari Ratusan Perguruan Tinggi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Universitas PGRI Madiun (Unipma) menunjukkan kualitasnya. Dua penghargaan dari Lembaga Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur berhasil diboyong. Penghargaan tersebut hasil penilaian 300-an perguruan tinggi yang tersebar di Jatim. Unipma bahkan bersaing dengan sepuluh perguruan besar lainnya.

Penghargaan pertama berupa penetapan Unipma sebagai perguruan tinggi dengan predikat utama di Jatim. Unipma dinilai memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi di kota-kota besar. Anugerah itu merupakan kali ketiga yang diraih Unipma. ‘’Tidak gampang karena banyak sekali instrumen penilaian yang harus dipenuhi,’’ kata Wakil Rektor 4 Bidang Hubungan Masyarakat Kerjasama Unipma Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd.

PRESTISIUS: Wakil Rektor 4 Unipma Dr. Bambang Eko Hari Cahyono, M.Pd. menunjukan dua penghargaan bergengsi dari LLDIKTI Wilayah VII Jatim.

Variabel penilaian meliputi kesehatan badan penyelenggara, manajemen institusi, produktivitas dosen dan mahasiswa dibidang penelitian dan publikasi, prestasi kelembagaan, prestasi mahasiswa, inovasi, penjaminan mutu, ketaatan bidang akademik dan lainnya. Dari 300-an perguruan tinggi yang dinilai hanya sepuluh perguruan tinggi yang dinyatakan lolos. ‘’Alhamdulillah Unipma mendapatkan peringkat delapan dari sepuluh besar perguruan tinggi di Jawa Timur dan ditetapkan sebagai predikat utama,’’ lanjutnya.

Sedangkan penghargaan lainnya, LLDIKTI Wilayah VII Jatim menganugerahkan Unipma sebagai perguruan tinggi dengan penggabungan terbaik. Anugerah itu mengacu program Kemenristekdikti yang mensyaratkan agar perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa dalam skala kecil bergabung dengan perguruan tinggi lain. Unipma berhasil menggabungkan STT Dharma Iswara, STIE Dharma Iswara dan STKIP PGRI Ngawi. Dengan demikian, Unipma dapat dijangkau masyarakat Ngawi, Sragen, Blora, dan sekitarnya. ‘’ Masyarakat tidak perlu jauh-jauh, karena di sana juga ada Unipma,’’ imbuh sambil menyebut jika proses yang dilalui panjang. Pun butuh komitmen dari ketiga perguruan tinggi.

Raihan anugrah LLDIKTI Wilayah VII Jatim menurutnya tidak lepas dari lima visi misi rektor Unipma. Meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan manajemen institusi dan kelembagaan, peningkatan prestasi mahasiswa ditingkat nasional, peningkatan produktivitas dibidang penelitian dan publikasi ilmiah dan penguatan inovasi perguruan tinggi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). ‘’Semua program yang dijalankan mengacu visi misi Rektor Unipma (Parji),’’ ujarnya.

Penghargaan itu merupakan prestasi sekaligus tantangan bagi mahasiswa, dosen, dan civitas akademika untuk menjaga mutu serta kualitas. Sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasional, dan internasional. Pun menjawab tantangan dalam menghadapi era industri 4.0. Untuk itu,  berbagai terobosan diterapkan. Mulai peningkatan prestasi, inovasi, dan penelitian dosen dan mahasiswa. Bahkan untuk produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa anggaran sebesar Rp 1,5 miliar disiapkan. ‘’Semua itu dilakukan untuk mendorong peningkatan penelitian dan inovasi agar memiliki nilai guna bagi masyarakat,’’ ucapnya. (kid/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button